Pasamuhan Pangawi Bali dan Sewamara Kesusastraan Bali ke II/Pasamuhan Pangawi Bali

Saking Wikisource
Cebur nuju navigasi Cebur nuju parerehan
[ 1 ]
PESAMUHAN PENGAWI BALI

(Pertemuan Pengarang Bali)

28 Oktober 1969 di Denpasar

Sebelum Pesamuhan Pengawi Bali dibuka oleh Panitia, terlebih dulu telah diumunkan para pemenang Sayembara Karang-mengarang Kesusastraan Bali yang ke II pada tahun 1969.

Banyak peserta sayembara karang - mengarang ini seluruhnya berjumlah 16 orang. Jumlah karangan yang masuk hanya 24 buah, yang terdiri dari 14 buah puisi, 7 buah ceritra pendek,2 buah drama dan sebuah puisi terjemahan.

Team juri sayembara karang-mengarang Kesusastraan Bali, terdiri dari tiga orang, yakni: Drs. I Gusti Ngurah Bagus, I Made Sukada BA dan I Ketut Ginarsa, telah memutuskan para pemenang sebagai berikut:

I. Jenis Puisi:

No.1 Sdr.Putu Sedana, dengan judul "Mati Nguda"
No.2 Sdr. Ngurah Agung, dengan judul "Pinunas" dan
No.3 Sdr. Wayan Rugeg Nataran, dengan judul “Suara Saking Kawahe."
[ 2 ]II. Jenis ceritra pendek:

No.l Sdr. Putu Sedana, dengan judul
“Mirah"
No.2 Sdr. A.A.Gede Jlantik, dengan
judul “Iwang Titiang Newek,"
dan
No.3 Sdr.Gusti Putu Rai, dengan ju-
dul "Kapatutan Ngulati Kamaju-
an"

III. Jenis Drama:
No.l Sdr. Ketut Aryana, dengan ju -
dul "Nang Kepod,"dan
No.2 Sdr. Gede Dharma, dengan judul
"Kobaran Apine."
No.3 Tidak Ada

IV. Terjemahan Puisi :
No. 1 dan No.3 tidak ada.
No.2 Sdr.Wayan Rugeg Nataran, dengan
judul "Disisin Carike.*

Sekianlah banyaknya para pemenang sayem-
bara karang-mengarang Kesusastraan Bali yang
kami selenggarakan itu.
Kepada para pemenang yang kebetulan pe[ 3 ]-3-

rada di tempat Pesamuhan, kepadanya langsung di- berikan hadiah-hadiahnya berupa uang tunai, yang sudah ditentukan terlebih dulu oleh team Panitia.

Setelah upacara pemberian hadiah itu ber- laku, kemudian barulah Pesaumuhan Pengawi Bali di mulai.

Pembukaan Pesamuhan Pengawi Bali telah di lakukan secara Sederhana pada hari. Selasa tgl.28 Oktober 1969 jam 9.00 pagi di aula Dria Raba Den- pasar, dihadiri oleh Listibiya Propinsi Bali, ke- pala Kanda Ditjen Kebudayaan Propinsi Pali ,kepa- la Lembaga Bahasa Nasional Pusat Jakarta, Pds. ke- tua DPRGR Propinsi Bali, wakil-wakil utusan Kabu- paten seluruh Bali serta pengarang-pengarang Ba- li lainnya.

Sanbutan-sambutan diberikan oleh Pak Bha- dra, seliku Sekretaris Listibiya Propinsi Bali , Ibu Dra. S.V. Rudjiati Muljadi selaku Kepala Lem- aga Bahasa Nasional pusat Jakarta yang pada po- koknya mengharapkan, agar sastra Bali dibina dan dikembangkan sehingga juga terkenal sampai di lu- ar pendukung-pendukungnya.

Setelah selesai upacara resmi yang dikait- kan dengan memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1969 maka acara dilanjutkan dengan "Pe- samuhan Pengawi Bali." [ 4 ]-4-

Dari pandangan-pandangan para peserta Pe- samuhan pada umumnya sangat menyayangkan perkem- bangan Bahasa Bali sawmpai saat ini makin lama ma- kin kerdil. Dikhawatirkan kalau tidak ada pembi naan pada suatu ketika akan mati dan tenggelam. Maka dari itulah Lembaga Bahasa Nasional mengada- kan Pesamuhan Pengawi Bali.

Adapun hasil-hasil Pesamuhan Pengawi Bali sebagai berikut :

Pesamuhan Pengawi Bali dihadiri oleh utu san-utusan Kabupaten di Bali(kecuali Tabanan dan Klungkung) 1)

1) catatan: Pernyataan dari Bupati Kepala Daerah Kabupaten Klungkung sesuai dengan su rat beliau tgl. 25 Oktober 1969, No. Pem.1/1/633, sebagai berikut: Bertalian dengan surat Sdr. tanggal 10 Oktober 1966 No. 360/Und/69 peri hal sebagai tersebut pada acara di atas (yaitu:Undangan para pengawi ba- hasa bali seluruh Bali), dengan ini diberitahukan bahwa di Klungkung ki- ni tidak ada terdapat pengawi (penga- rang) bahasa Bali. Demikian menjadikan maklum, [ 5 ]Pengawi-pengawi Bali dan para undanga n lainnya.

Pesamuhan telah menunjuk I Gst.Kt. Ranuh sebagai pimpinan Pesamuhan yang menghasilkan beberapa keputusan sebagai berikut:
I. Badan pekerja: Pesamuhan telah menunjuk/menetapkan 5 orang anggauta Badan pekerja yang terdiri dari Drs. IGusti Ngurah Bagus sebagai Ketua, Wayan Simpen AB, Wayan Bawa BA, Made Sukada BA dan Wayang Rugeg Nataran masing-masing sebagai anggauta. Badan pekerja ini bertugas untuk menyampaikan saran-saran/keputusan-keputusan Pesamuhan Pengawi Bali serta menetukan Program kerjanya yang diajukan/disampaikan kepada Pemerintah Daerah Bali c/q Listibiya Propinsi Bali.


II. Saran-saran/Usul-usul:

1. Listibiya sebagai Badan Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan yang tertinggi di Bali agar juga memperhatikan pembinaan dan perkembangan Bahasa dan Sastra Bali antara lain dengan: [ 6 ]
1.1. Meningkatkan siarau-siaran dalan Bahasa Bali baik melalui RRI maupun Harian-harian yang ada di Bali.
1.2. Kalau mungkin dari pembinaan dan lain-lainnya agar di Bali diterbitkan atas nama Listibiya suatu "Majalah" yang berbahasa Bali. Para peserta Pesamuhan Pengawi Bali siap menjadi crew-crewnya.
1.3. Agar Listibiya mengadakan dokumentasi hasil-hasil karya Sastra Bali berbentuk prosa maupun puisi.
1.4. Agar Listibiya memlihara percetakan huruf Bali yang sudah ada di Bali saat ini.
1.5. Agar Listibiya mengadakan sayembara mengarang Sastra Bali secara kontinue, dengan memberikan hadiah yang menggairahkan para pemenang.

2. Meminta kepada Pemerintah Daerah Bali, demi pembinaan Bahasa dan Sastra Daerah supaya:

2-1. Bahasa Bali agar dijadikan mata pelajaran ujian di sekolah-sekolah.
2.2. Pemerintah Daerah agar mensyahkan ejaan
[ 7 ]
Bahasa Bali, sesuai dengan hasil Pesamuhan Agung Bahasa Bali tahun 1957.
2.3. Kitab-kitab pelajaran, tatabahasa Bali agar diterbitkan untuk kepentingan-kepentingan sekolah mulai tingkat SD sd Perguruan Tinggi.
2.4. Naskah yang sudah ada agar diterbitkan seperti halnya yang sudah ada di Walmiki.
2.5. Agar Pemerintah memberikan insentip kepada para pengajar Bahasa dan Sastra Bali.
2.6. Memberikan saran kepada DPRGR supaya diberikan anggaran lebih besar pada pos kebudayaan.
---