Kawisesaning Calonarang (Balai Bahasa Prov. Bali)
| ID Wikidata ten katemu! Selehin Kawisesaning Calonarang (Balai Bahasa Prov. Bali) ring Wikidata | |
Deskripsi
[uah]Lontar kawisesaning Calonarang niki silih tunggil koleksi Balai Bahasa Provinsi Bali sane kapupulang sareng program WikiLontar 2021 sane sampun puput. WikiLontar inggih punika program katalogisasi digital lontar sane kakaryanin Komunitas Wikimedia Denpasar ring sasih Januari - April 2021. Ring Balai Bahasa puniki wenten 142 cakep lontar saking makudang-kudang soroh.
Bahasa Indonesia
[uah]Pada bagian awal naskah dikisahkan bahwa Ni Calonarang merupakan tokoh yang digambarkan menguasai ilmu hitam dan berbagai bentuk pengetahuan magis yang diyakini dapat mencelakakan masyarakat luas. Ia disebut sebagai pencipta berbagai jenis guna-guna, seperti jaran guyang, guna sunda, serta dipandang sebagai figur sentral atau junjungan bagi para penganut ilmu leak. Selanjutnya, naskah tersebut memuat uraian mengenai mantra yang digunakan oleh Mpu Bradah untuk mengalahkan Ni Calonarang.
Selain itu, naskah ini juga mencantumkan pengetahuan tentang ilmu pemunah yang dikaitkan dengan Mpu Bahula, yang berfungsi untuk menetralisasi atau mengusir pengaruh-pengaruh yang dianggap tidak baik. Dalam konteks ini disebutkan pula sarana-sarana ritual tertentu yang digunakan, seperti triketuka dan kapkap ketemu ros. Uraian selanjutnya mencakup pemunah terhadap hal-hal yang dianggap angker di lingkungan pekarangan, area kuburan, serta pemunah desti dengan menggunakan media simbolik berupa air bunga berwarna putih.
Di samping itu, naskah tersebut juga memaparkan tata cara penanganan berbagai jenis penyakit tuju, seperti tuju lumpuh, tuju liketan, tuju tikus, tuju singeh, dan tuju otot, serta penyakit yang diyakini timbul akibat berbagai jenis sumpah, antara lain sumpah Jawa, sumpah Sumbawa, dan sumpah Makassar. Uraian mengenai penglelanang wadon, yang dipahami sebagai ramuan bagi laki-laki dan perempuan, serta tata cara pemalik sumpah dengan menggunakan sarana-sarana simbolik tertentu, juga menjadi bagian dari keseluruhan isi naskah tersebut.
Bahasa Bali
[uah]Bahasa Inggris
[uah]The beginning of the manuscript tells the story of Ni Calonarang, a character who is described as having mastered black magic and various forms of magical knowledge believed to be capable of harming the wider community. She is referred to as the creator of various types of black magic, such as jaran guyang and guna sunda, and is regarded as a central figure or leader for practitioners of leak magic. Furthermore, the manuscript contains a description of the mantra used by Mpu Bradah to defeat Ni Calonarang.
In addition, this manuscript also includes knowledge about the science of destruction associated with Mpu Bahula, which serves to neutralize or expel influences that are considered bad. In this context, it also mentions certain ritual tools used, such as triketuka and kapkap ketemu ros. The description then covers the destruction of things considered haunted in yards, graveyards, and the destruction of desti using a symbolic medium in the form of white flower water.
In addition, the manuscript also describes the procedures for treating various types of tuju diseases, such as tuju lumpuh (paralysis), tuju liketan (skin disease), tuju tikus (rat disease), tuju singeh (muscle disease), and tuju otot (muscle disease), as well as diseases believed to arise from various types of curses, including Javanese curses, Sumbawa curses, and Makassar curses. A description of penglelanang wadon, understood as a potion for men and women, as well as the procedure for taking an oath using certain symbolic means, is also part of the overall content of the manuscript.
Naskah
[uah][ 1 ][Depan]
//sām̐samakarawiseśakicalonnaraŋ,darannanta,dukpirayama
saŋgana,maharankiṭabanguyaŋ,gunasundadestiprakasadĕsĕn·pra
kasa,tujutĕluḥtarañcanawisesa,ṇutaleyakwiseśabhutahana
[Belakang]
hamuluŋ,hamaruti,wnaŋṅaniṅulud·haṅucapakĕnwaraḥtutuŕwisik·
gadhuḥkaŋwruḥ,wnaŋṅaniṅulun·hakisekahaṅastrenanakujaṅgar̥si
prakusatriharatu,hapaniṅulun·sudidhĕp·.