konon di sini, menjaga para pertapa.
51. Apabila Sang Yadnyawati, anak Prabu Prayojoti, Bupati di Naramangsa, Prabu Boma terkenal, sakti tak ada bandingannya, semua takut, segenap dewa sudah dikalahkan.
52. Dan kini Sang Boma, serta diiringi oleh rakyat, pergi ke Indraloka, berkeinginan akan menggempur, berperang melawan Sanghyang Indra, belum tiba, rnasih berada di sorga.
53. Sang Samba lalu berkata, hamba memberi tahu sekarang, nama hamba adalah Sang Samba, katanya Darmadewa turun, dengan hati hormat mengikuti, Sanghyang tembuni, lahir di Dwarawati.
54. Perjalanan hamba konon, dari pertapaan ini, karena hamba membuat, membangun pertapaan di sini, bangunan-bangunan habis rusak, tidak ada, bangunan tempat pemujaan rebah.
55. Tilotama cepat berkata, "Marilah Tuanku sekarang menuju, ke negara Prayajoti, berhubung di sana kosong, segenap raksasa itu pergi, semua ikut, Sang Naraka ke sorga."
56. Sang Darmadewa berkata, "Ampun Tuanku, hamba ikut, pergi ke Prayajoti," Sang Samba lalu berkata, "Janganlah Tuanku ikut, tinggalah di sini, tunggulah kedatangan hamba.
57. Kalau sudah berhasil, oleh hamba Yadnyawati, hamba akan bersedia, merusak istana di sana, jemputlah hamba, dari gunung, di batas gunung Malaya.
58. Selesai berkata Sang Samba, lalu beliau cepat berjalan, bersama dengan Sang Tilotama, perjalanan akan cepat, melewati jurang dan tegalan. ~udah tiba, tiba-tiba matahari terbenam.
59. Tilotama susah hatinya, setelah tiba di halaman luar rumah, pintu gerbangnya tertutup, Tilotama merasa takut di hati, karena raksasa banyak, yang berjaga, sampai ke halaman bagian tengah.
60. Tilotama lalu berkara, "Amat susah hamba sekarang, karena perjalanan menyulitkan, hati hamba amat bingung, jalan mana ditempuh untuk masuk, karena semua, pintu tertutup.
61. Diceriterakan Sang Yadnyawati, sedih menanggung penderitaan, tak henti-hentinya menyebut-nyebut, Tilotama belum
98