Cebur nuju daging

Kaca:PEPARIKAN MAHABHARATA.pdf/85

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

10. Semua raksasa kalah, tidak berani mengadakan perang dengan Prabu Kesawa, karena nasibnya memang baik, mengalahkan musuh sakti, mengadu kesaktian, selalu beliau menerima kemenangan.

11. Kini diceriterakan Sang Samba, di an tara oleh Sang Maharesi, pergi ke gunung Malaya, menjaga pertapaan di sana, dari serangan terus-menerus, karena i wil, memaksa segenap pertapa.

12. Sang Samba sangat cerdik, masih kecil, semua raksasa mati terbunuh, yang berani ke Malaya, akan merusak, sudah mati, oleh beliau sang putra raja.

13. Selesai ceriteranya sang pertapa, Nilotama lalu pergi, menuju Gunung Malaya konon, karena kabamya Sang Samba di sana, menjaga segenap pertapa, di tengah hutan, karena sering dirusak.

14. Diceriterakan beliau Sang Samba, anak raja Dwarawati tarnpan tak ada tandingannya, Hyang Aswin turun, menitis menjadi rnanusia, rupawan dan cerdik, dicintai rakyat di dunia.

14. Diceriterakan beliau Sang-Samba, anak raja Dwarawati tampan tak ada iandingannya, Hyang Aswin turun, rnenitis menjadi manusia, rupawan dan cerdik, dicintai rakyat di dunia.

15. Beliau pergi ke Malaya, menjaga para pendeta semua, karena pertapaan dirusak, diamuk oleh manusia jahat, rakyat Prabu Yaksa, Prayojoti, segenay pertapaan itu rusak.

16. Sesampainya di Malaya, menghadap para pendeta, ke hadapan Bagawan Wiswamitra, raja pendeta yang terhormat, sang Pendeta menyambut, semua indah disampaikan ke hadapan Prabu Samba.

17. Segenap pertapa meyakinkan, tajub beliau melihat, terhadap perilaku Sang Sambu, dalam hati beliau, gayanya yang menimbulkan simpati, tiada lain, laksana Sang Darmadewa.

18. Berbahagialah hatinya sang pendeta, beserta pertapa semua, karena selamat dalam pertapaan, tak ada.raksasa yang berani, merusak ke pertapaan, di tengah hutan, dalam wilayah Himalaya.


94