Cebur nuju daging

Kaca:PEPARIKAN MAHABHARATA.pdf/40

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

GEGURITAN SARPAYADNYA

PUH DANGDANG

1. Juga ingin mengarang dalam keadaan sakit, lagu dangdang gula, pakai menceritakan, sadar akan perbuatan, berbulan-bulan bingung, memikirkan penyebab sakit, waktu malam diperbincangkan, tiga kali telah bangun, mengambil belum juga dapat, memikirkannya, melihat korban suci, sedu-sedan merasakan.

2. Jadi sakitnya semakin keras, menjalar, sebentar-sebentar kumat, berapa jenis obat dipergunakan, seperti tiada artinya, tak ada perubahan sedikitpun, pikiran pusing menahankan, tiba-tiba ngambek, pikiran tidak lagi hirau, membiarkan sekalian mati saja, karena terlampau berat menahan sakit.

3. Tidak juga mau terus mati, karena takdir, tidak diperkenankan Hyang Widhi, karena dosa yang besar, karena itu masih menderita, disiksa menahan sakit, tambahan lagi banyak godaan, membuat pikiran bingung, tak bisa disembunyikan,terlampau sulit, berapa macam nasihat, dipakai menghibur.

4. Tidak juga kurang sedikit pun, derita macam apa, dipakai melenyapkan, pikiran telah terlanjur, diliputi kebingungan,sukar dalam keadaan sakit mengarang, dengan ucapan Islam, samlilianan telu, lema? embe ade? nara ?, jari langan, ana no siberi ?-beri?, hanya itu yang diucapkan.

5. Asal mula ceritanya dulu, diceritakan, disusun dijelaskan,karena ada disebutkan, Yadnyasarpa dibangun, di Astina dahulu, begini asal-usulnya, asal mulanya dahulu, adalah seorang brahmana, bernama, Bagawan Samiti, melakukan bratatapa.

6. Beliau mempunyai seorang putera, bernama Sang Srenggi yang termasyur, saktinya wakbajra disebutkan, pergi ke surga sudah biasa, mempunyai seorang sahabat, namanya Sang

45