Cebur nuju daging

Kaca:PEPARIKAN MAHABHARATA.pdf/129

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

ada orang bersampan, dari negara Madraka." Sang ayu ikut suami.

36. Perjalanan amat cepat, menurun jurang sempit serta berbahaya, semakin sukar sang ayu, melewati jurang, telah tiba di bawah angsoka berteduh, bersamaan seraya melihat, keindahan laut dan gunung.


SINOM


1. Kecantikan buga dipetik, dielus kelapa gading, yang bermesraan kemudian lunglai, Raden Mantri berkata halus, "Ya dewa masku Dinda, bijaksana dalam laku, setiap melihat terpesona, bergoyanglah segala kembang, seakan mengharap, menyuruh menyumpingkannya.

2. Setelah tenggelam matahari, berganti gelap gulita, gajah warak singa harimau, bercanda mengaum menguak, serta galak di malam hari, semua kasih pada sang harum, tak terkatakan sang sengsara, di tepi hutan gunung, menyandang sedih, telah bersalin pagi.

3. Ceritakan Prabu Canda, menunggang perahu putih, bersenang-senang di laut, kemudian di hutan gunung, aneka kembang, sang raja ingin bersenang, tak terkisahkan di perjalanan, telah tiba di batas, banyak andugur, sang raja berteduh.

4. Di rerimbunan angsoka terurai, sang raja lalu melihat, orang berteduh suami istri, ketampanannya serasi, tingkah laku mulia, terpesona sang raja, kacau bingunglah hati, bagai sari gula pasir, membangkitkan asmara, sang raja berkata halus

5. "Ih kau berdua, dari mana kau di sini, dan siapa namamu." Sang putra lalu menjawab, "Daulat Tuanku, hamba dalam duka lara, bersamaan dengan istri, hamba menghendaki hidup, segala titah, memungut hamba mengiringkan.

6. Nama hamba Maniguna, istri hamba bernama Arini." Sang raja berkata halus, "Duh Adik berdua, jangan berkecil hati, mari sekarang bersama pulang, ke negara Canda." Suami istri berkata, "Ia seiring, sang raja menaiki kapal."


141