Cebur nuju daging

Kaca:Kajian nilai budaya dalam geguritan aji dharma.pdf/97

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

88


ada dalam kendi, Si Bhuta Beloh seorang siluman, itulah yang sebenarnya Sang Pendeta, yang benar-benar darma mempunyai I Distri, silahkan buang ke dalam api, itu yang ada dalam kendi.

176. Pantas dibuang ke dalam api yang berkobaran, sang Raja berkata lembut, benar sekali patut dibuang, Ki Demang cepat berangkat, bersama-sama pegawai dan Gusti Patih, lalu membuang, ke dalam api yang sedang menyala.

177. Setelah terbakar Si Bhuta Ki Demang kembali, semua bersama-sama pulang, sesampainya di balairung, semua memberitahu, sudah terbakar itu yang ada dalam kendi, Sang Raja sangat gembira, demikian pula orang-orang yang menghadap.

178. Semakin ramai pembicaraan orang di Balairung, semuanya memuji, Ki Demang yang bijaksana, banyak punya akal, pantas diangkat jadi Patih, memegang keadilan, sampai keakhir jaman di contoh.


PUH PANGKUR
16a 179. Baginda Raja lalu bersabda, ya Sang Pendeta mari dekatkan duduk, sekarang Sang Pendetalah yang memang benar, Sang Pendeta memang benar yang empunya, Ida Istri, sekarang Sang Pendetalah membawa pulang I Distri kemarilah mendekat, dekatkan dengan suaminya duduk.

180. Kedua Pendeta lalu mendekat, merangkul pinggang serta berkata lembut, ini baru seorang Raja, pantas sebagai pelindung negara, tepat dengan ajaran Darma, kukuh tak obah dengan yadnya, pantas dicintai rakyat, tak ada celanya sedikitnya.

181. Baginda Raja lantas balik bersabda, mendekat serta berbisik-bisik tak dapat didengar nyamuk, ada yang hamba mohon, kepada Pendeta untuk bekal hamba bila mati, Sang Sunaya tersenyum balik berkata, itulah dia sedikit.

182. Setelah selesai dibiskkan, lantas Baginda Raja bersabda