Cebur nuju daging

Kaca:Kajian nilai budaya dalam geguritan aji dharma.pdf/96

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

87


mencari jalan amat salah, membenarkan yang jahat, yang benar lalu dibunuh.

167. Gusti Demung bila ini yang menyebabkan hamba mati, terserah Gusti Demung, walaupun mati hamba tercincang-cincang, digantung diiris-iris, disiksa disakiti, hamba akan senang bukan main.

168. Inilah Gusti dengarkan permohonan hamba, kepada Tuhan Yang Maha Esa, matahari bulan langit, api bumi angin, karena beliau menyinari dunia fana ini sampai ke bumi kecil (badan wadag).

15a 169. Hanya hamba punya permohonan kepada Cokorda, Dia itu Sang Hyang Widhi, agar dengan secepatnya, mengenai hamba kesalahan, agar tidak menemukan, kesenangan hati, pada arwah hamba Gusti.

170. Ki Demang tersenyum lalu menyembah, sudah tahu di hatinya, memang benar Pedanda, kebenaran itulah yang harus dipegang, walaupun akhirnya mati, persenanglah dihati, kedunya sama-sama didapat.

171. Lantas beliau memerintahkan kepada hamba sahaya, mengambil kendi yang baik, sebentar telah datang, orang membawa kendi, Ki Demang lalu mengambil, lalu diperlihatkan, sambil berkata kepada kedua Pendeta.

172. Yah Biksu ini hamba membawa, kendi inilah masuki, Si Bhuta mendekat, berdiri dengan kaki sebelah, menegangkan dua buah jari, menutup hidung, akhirnya lantas masuk.

173. Setelah samapai Si Bhuta di dalam kendi, Ki Demang lalu menutup, diketatkan kuat-kuat, lalu memanggil teman-temannya, datanglah semua pegawai-pegawai dan Gusti Patih, semua di sana, waspada mengurung kendi.

15b 174. Sang Sunaya bersemedi mensucikan pikiran, karena dikatakan bersalah, akan dijatuhi hukuman mati, Sang Rajajuga waspada, berdiri memegang keris terhunus, banyak mengiringi, Ki Demang berkata lembut.

175. Ya Baginda Raja sekarang hamba memaklumkan, ini yang