Cebur nuju daging

Kaca:Kajian nilai budaya dalam geguritan aji dharma.pdf/87

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

78

menangkap, konon dipasangi jerat, karena lengahnya sampai sampai-membuang sabit.

89. Sekarang inilah Si Belibis pakai (Ibaratkan) anak, Ni Ugi lalu menjawab, baiklah pantas disayangi, semua yang ada di Kademangan, orang-orang heran melihat, karena hanya pertama kali, melihat Belibis putih.

90. Si Belibis berkata baiklah Bapa Demang, ini coba dengarkan, hamba menceriterakan, ada Gedung di dalam hutan, diselatan tempatnya indah sekali, dikelilingi pohon heru (lalang) dan pohon keremi.

91. Didalamnya berisi mas permata dan harta lain, perak dan uang, bagaikan gedung dalam khayalan, sekehendak mengambilnya, Ki Demang senang sekali, baru mendengar lalu berkata lembut.

92. Gusti Ugi jangan sekali dikau lupa, memberi makan anak kita ini, kakak sekarang berangkat, mencari tempat Gedung itu, Ni Ugi dengan tersenyum menjawab, silahkan kakak berangkat, hamba di rumah memelihara.

93. Tak lama kemudian berangkatlah Gusti Demang, ada seratus orang yang mengiringi, karena tergesa-gesa, cepatlah sampai dihutan, semua berjalan hati-hati, dan terlihat Gedung itu semua bawalah isi Gedung pulang.

94. Gusti Demang mendatangi lalumendekat, isi gedung itu bermacam-macam, sekehendak mengambil, lalu Ki Gusti Demang, kamu ini semua bawalah isi Gedung ini pulang.

95. Dan bawalah ke rumahku kamu membawanya, lalu berangkatlah dengan segera, sebentar saja telah datang, lalu ke Kademangan, lantas disimpan di ruangan, pada bangunan besar, yang teratas di tempati.

96. Sekarang semakin bertambah perasaan Ki Demang, kasih sayangnya pada Si Belibis, bagaikan anak kandung, konon lama-kelamaan, Ki Demang terkenal kaya-raya, membungakan uang, dipakai membeli sawah.

9a 97. Lain yang dibungakan ada ± dua juta, di dalam Kademangan