Cebur nuju daging

Kaca:Kajian nilai budaya dalam geguritan aji dharma.pdf/82

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

73

52. Bau busuk memenuhi kuburan, lalu anjing hitam itu mendatangi, Dewi Daksi yang dituju, melolong mengitari kaki, bagikan menasehati, jangan melaksanakan begini, Dewi Dati berkata, Embok anjing itu lempari, agar berhenti, dia melolong dikuburan.

53. Dewi Daksi lalu menarik, lidah mayat itu lalu dilemparkan ke anjing, Dewi Dati lagi dituju, melolong di sana berkeliling, lalu melempari dengan hati, dilalap lagi melolong, menuju Dewi Daksi, baru dilempari daging, cepat di gigit, Sang Raja lalu pulang.

54. Sesampainya di rumah lalu ditaruh, lalu berpikir dalam hati, ini ada sebagai alasan, mengeluarkan nasehat-nasehat baik, bila tak ada pegangan, niscaya tak akan dipercaya, baru demikian, pemikiran dalam hati, tak diduga lalu datang, Sang Puteri ketiganya.

55. Lalu menuju ke tempat tidur, duduk berdekatan semua, baunya harum semerbak. karena semua hati-hati mandi sampai benar-benar bersih, minyak wangi buatan Istambul, harumnya berbulan-bulan, lalu tidur mendampingi, Baginda Raja, pura-pura tak tahu menahu.

6b 56. Sang Raja kaget terbangun, lalu membangunkan istrinya, bangunlah semua istrinya, Sang Raja berkata merdu, permata hatiku aku bermimpi, Adinda ketiganya, konon pinter ngeleyak, Adik Dewi Data ini, konon menyimpan daging di dalam peterana.

57. Dewi Dati konon menyimpan, ati di peterana itu baunya busuk, Dewi Daksi konon adinda, menyimpan lidah mayat busuk, sekarang di tempat rumpah-rumpah itu Sang Puteri kaget lalu turun, konon menyelidiki, memang benar-sama-sama berisi, Dewi Daksi berkata merasa malu sekali.

58. Dewi Daksi sangat marah, bagaikan lagi-lagi mengeluarkan api, lalu berkata dengan keras, terlalu sekali olahnya memanas-manasi, beginilah hatiku sekarang, ya bila tak bisa tergeletak, di pekarangan ini tersungkur, ke Pura Dalem