Cebur nuju daging

Kaca:Kajian nilai budaya dalam geguritan aji dharma.pdf/136

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

127

demikian juga pemelihara kreta, sampai pada yang memelihara kuda supaya esok hari, pagi-pagi telah menunggu di sini.

484. Pemuda-pemuda yang gagah agar semua turun, juga senjata semua dengan berpakaian lengkap, untuk mengiringkan Raden Mantri, semua mohon diri untuk pulang, akan menyiarkan, dan Raden Mantri masuk ke Istana.

485. Hanya diiringkan budak kecil, esok harinya kita ceriterakan lagi, pagi-pagi sudah siap, pengiring semua, sudah ada seribu orang akan mengiringkan, bedil dan mesiu, berbaris, dikedua tepi jalan.

486. Senjata bedil perisai sama-sama dua ratus yang mengiring, gamelan tambur sebgai pengawal, bendera teratur rapi, payung kembar tersedia, yang di depan sebagai benteng, perisai dan berpedang, terkenal sebagai pengawal.

487. Semua perisai yang datang dihiasi bulu merak, sebagian memakai kamben,orang-orang pembawa beban, segalanya teratur rapi, yang berjenggot sepasukan dan berkumis sepasukan, berpakaian bagus menyala, berkancut dan berbaju.

488. Dengan keris dipinggang semua sama, demikian pula hulu keris semua sama, dilapisi dengan emas, pakaiannya seragam, parlentenya amat sangat, memikirkan dirinya, bernama taruna benteng.

489. Para Menteri sudah siap di Balairung, pakaiannya indah menyala semua, destarnya dioles perada, diiringi tas dan rangsel, semua sama bersudut emas, warangka gading, hulu keris dengan patung.

490. Selaput emas berkembang-kembang semua ditempel emas, pengiringnya lima puluh orang, semua seragam, duduk di bawah Balairung, penuh sesak orang menonton, tua muda, lelaki perempuan menonton.

46b 491. Raden Mantri di Istana mengenakan pakaian, berpakaian kain sutra ungu, ujungnya diolesi perada, ikat pinggangnya dengan selimut sutra merah, ditempel dengan perada semua,