126
hamba mohon diri sekarang, mencari Ayahnda, yang berada di negara Kreta Pura, dan yang berada di Malaya Wati, agar bersama-sama, di sini dengan Ibunda.
476. Raja Aji Dharma gembira lalu menjawab, terserahlah pada Anaknda sekarang, Ayahnda senang sekali, Tuan Putri bersabda, benar juga berangkatlah anakda mencari, agar ada yang Bunda ajak, untuk meladeni Ayahndamu.
477. Ya kapan keinginan Anaknda berangkat, tapi harus permaklumkan pada Kakek dan Nenekmu, agar beliau maklum, Rahaden Mantri menyahut sangat hormat, menurut keingian hamba, besok hari yang baik.
478. Bila demikian sediakanlah juga pengiring, dari sekarang khabarkan, semua taruna yang gagah-gagah, juga beberapa tukang pikul demikian juga tunggangan semua, sebagai kendaraan, Ibu tirimu semua.
45b 479. Raden Mantri menjawab hamba setuju, lantas mohon diri dan keluar, dengan langkah yang tegap, Baginda Raja Aji Dharma, dan Baginda Tuan Putri, tidak puas-puasnya melihat, sang Putra tampan sekali.
480. Raden Mantri lantas ke Istana yang ada di tengah-tengah, menghadap Baginda Raja Tua, serta Baginda Permaisuri, setelah mempermaklumkan, tentang maksud pergi menjemput, Baginda Raja senang, kegembiraan hatinya tak terkira-kira.
481. Setelah mohon diri Raden Mantri lalu keluar, di Balairung dihadap, oleh para pemuda-pemuda, semua lincah dan perlente, semua para Putra Arya dan Patih, manguri jaksa, lainlagi Putra Demang dan Tumenggung.
482. Tampan dan gagah berwibawa darah biru terpilih, ada lebih kurang sepuluh orang, lalu bersabda, Raden Yudha Sangkara , ikutilah aku pergi kakak-kakakku, ke negeri Kreta Pura, terus ke Malaya Wati.
483. Kakak-kakak semua beritahu teman-teman untuk pergi, Pemuda-pemuda yang tampan semua, juga tukang pikul,