Cebur nuju daging

Kaca:Kajian nilai budaya dalam geguritan aji dharma.pdf/129

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

120

435. Baginda Raja Mahardika segera mendatangi Tuan Putri, lalu bersabda lembut, anakku Galuh Putri, sekarang Ayahnda akan terimakan dikau, kepada Anahnda Raja Aji Dharma, sebab memang jodoh, tak dapat dihindari.

436. Anakku Sang Aji Dharma kini Ayahnda menyerahkan Adindamu sekarang juga, dan persenanglah hatimu, bermertua kepadaku, Raja Aji Dharrna menyawab, hamba mohon, dengan sangat setuju.

437. Lalu Baginda Raja Aji Dharma memangku, Baginda Tuan Putri, di sana di dalam Istana, di peraduan Tuan Putri, menutup tirai merayu-rayu, Raden Galuh, kemalu-maluan tertunduk menangis.

438. Memang demikian sikap seorang Putri utama, air matanya mengalir keluar, mengalir melimpah, tangisnya putus-putusm Bibi Dayang carilah aku kemari, mengapa aku dibiarkan, aku sendirian di sini.

439. Sang Raja Aji Dharma memeluk sambil menciumi, tak putus-putus membujuk dan merayu, sudahlah juwitaku, jangan hanya terdorong perasaan, kegundahan hati jangan menangis, memang sepantasnya, Adinda adalah kembangnya Istana.

PUH SINOM
440. Oh Tuanku juwitaku, bagaikan di dalam mimpi, hatiku jadi bingung, tolonglah Kanda sekarang Dindaku, memerintah Kanda ini Tuanku, senang sekali Kanda ini Tuan Putri, bagai bertemu dengan matahari, diwaktu tengah malam, Raden Galuh, memberontak gusar dan mencakar.

441. Sang Raja memeluk pinggang, mendekap serta menciumi pipi, janganlah dikau berduka Dindaku, senang sekali Kanda bermandikan darah, beginilah di sini, dengan sangat hormat pakailah tukang pangku, menjaga di tempat tidur, hadiahilah dengan senyum manis, agar iklas, hormat Kanda menjadi budak.