Cebur nuju daging

Kaca:Kajian nilai budaya dalam geguritan aji dharma.pdf/122

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

113

376. Membujuk dan merayu tapi sama sekali tidak dijawab, para Raja semua, pulang semua kembali, ceritakan Raja Aji Dharma, melihat kepada Ki Patih Madri, bagikan memberi tanda-tanda kepada Ki Patih Madri.

377. Seketika itu lalu memohon permakluman, kepada Ki Patih Kreta Pura, agar mempermakluman, kepada Raja Kreta Pura, tentang Raja Aji Dharma, bermaksud ikut serta, membujuk Tuan Putri.

34b 378. Ki Patih seketika itu berdatang sembah, kehadapan Raja Kreta Pura, gembira bukan main, berangkatlah beritahukan segera, agar terus ke tempat sayembara, carilah segera, sebentar saja datang dengan cepat.

380. Lantas beliau Sang Raja Aji Dharma, diluar tirai duduk, takjub beliau mencium, bau harum semerbak, bersama Ki Patih Madri, duduk dibelakangnya, Baginda Raja bersabda lembut.

381. Ya Tuanku Madri cobalah menceritakan sebuah cerita, Sang Patih Madri menjawab, hamba sama sekali tak bisa, hamba mengarang cerita, Sang Raja juga meminta dengan sangat, cobalah cari-cari untuk dipakai pembicaraan dalam begadang.

382. Ya Tuanku memang ada cobalah ini dengarkan, ada seorang tukang, kebetulan dia bepergian,lalu di jalan menemui, tunggul kayu cendana sebuah,lantas berhenti, hanya iseng dia lalu mengukirnya.

383. Setelah selesai ukiran itu berupa, seorang wanita gadis, cantiknya bukan main, bagaikan benar-benar hidup, dan betul-betul mempesona hati, semua orang yang lalu disana, kini liwatlah seorang saudagar.

384. Kaget sekali dia melihat patung cantik sekali, lantas dia menghiasi, dengan kain Prancis dan sutra, juga kain songket dipasang di sana, jadi kemben ulos kemben dalam, ikat pinggang sutra, melilit dipinggang ramping.

385. Semakin bertambah patung itu berwajah cantik, ada lagi