110
gedung di dalam indah sekali, menjulang tinggi, mencolok sekali.
350. Bercat putih dikerjakan oleh tukang-tukang yang sudah terkenal, atapnya mengkilat menyala, pintunya empat buah, diukir dan dicat dengan perada, dan catnya sangat halus, berbentuk aneka rupa, disana mengelilingi.
351. Tak ada jalan menuju gedung tersebut, semakin bingung Ki Patih Madri, herannya bukan main, lalu berkata dalam hati, taman apa sebenarnya ini, apakah sebagai sulap, keindahannya keterlaluan.
32b 352. Airnya jernih bersih tak ada bandingnya, ikannya kelihatan semua, ikan bandeng ikan belanak, ikan mametran dan ikan ngarat, ikan serat gadung terutama, ada juga ikan emas, kuning warnanya indah.
353. Karena keenakan Ki Patih Madri mengira taman siluman, lagipula tak ada jembatan, menuju gedung yang indah itu, barangkali orang yang empunya, terbang beliau ke sana, ke gedung, itu, atau berlayar.
354. Tapi sama sekali tak ada perahu terlihat, termenung Ki Patih Madri, semua diperhatikan, Baginda Raja Aji Dharma lama menunggu di luar, lalu bersabda, apa yang dikerjakan oleh Si Patih.
355. Karena tidak datang lalu beliau masuk ke Taman, lantas ketemu Ki Patih Madri tercenung memperhatikan, setelah datang Raja Aji Dharma, Ki Patih dengan segera turun, Sang Raja bersabda, apakah senang Paman menonton.
356. Ayo dong cepat berangkat, Baginda raja lalu menoleh, kepada foto itu, terpesona sekali hatinya memandang ini baru betul-betul cantik seklai, bila memang benar-benar ada orang berwajah begini.
357. Harus dicari berani merebut berkorban jiwa, kapan kembali lagi, Paman Patih ingatlah, foto itu bawa, senang sekali aku memandang, untuk oleh-oleh, untuk Paman Patih.
33a 358. Patih Madri berkata Baginda itu silahkan lihat di pulau itu