108
segala upacara Sang Raja sangat kecil, diberi nama Sang Yudha Sangkar, sekarang telah akil baliq, menyenangkan hati, semua orang yang ada di Istana.
331. Setelah beliau berumur empat belas tahun, ceritakanlah sekarang, Raja Aji Dharma, berkehendak akan pulang, lalu berkata pada Sang istri, Dinda persenanglah hatimu, Kanda mohon diri untuk pulang.
332. Nanti lain hari marilah pulang bersama-sama, Anak kita biar tinggal disini. Kakaknya menjawab, itu benar sekali, hamba sebentar lagi mohon diri, ingatlah betul-betul pesan hamba sekarang.
333. Bila ada orang berwajah seperti kanda, datang kemari menggoda adinda, janganlah mau Adikku, bila kanda datang nanti, Kanda akanjadi burung jalak, menjemput Adinda, pesanku pegang teguh.
334. Tuan Putri menjawab baiklah ke sana menghadap, kepada Ayahnda, dan kepada lbunda Ratu, agar beliau tahu, perihal, kanda mohon diri, lalu pergi sebentar, Sang Raja lalu berangkat.
335. Setelah menghadap kepada Raja dan Permaisuri, berdatang sembah dengan hormat, ya Tuanku hamba ini, hamba jadi mohon diri untuk pulang, hanya sebentar saja hamba kembali, kemari lagi, paling lama hanya dua bulan.
336. Baginda Raja dan Permaisuri bersabda, jadi Ananda pulang, Ayahhanda tak akan panjang kata, tapi cepatlah kembali, kasihan anankmu masih kecil, bagaimana Anaknda, perlu mencari pengiring di sini.
337. Itu Si Patih beritahu agar ikut berangkat, mengiringkan Anaknda pulang, beserta kendaraan, juga agar mengiringkan, Sang Raja Aji Dharma mejawab, hamba tidak memerlukan, hamba hanya dengan Ki Patih Madri.
338. Karena hamba akan berjalan dengan tergesa-gesa sekali, lalu mohon diri dan keluar, diiringkan ole Ki Patih Madri, setelah sampai di luar sekali, lalu terus berjalan, banyak di pasar, orang-orang melihat.