Cebur nuju daging

Kaca:Kajian nilai budaya dalam geguritan aji dharma.pdf/112

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

103

mau meliwati, kepinteranku, nah habiskan keluarkan sekarang.

27a 287. Raja Aji Dharma lalu mengeluarkan mantra-mantra, lalu menjadi bunga gadung yang harum, membelit dan terjurai, pada bambu (sundari) yang indah, tapi tak ada orang yang mengetahui, Ki Madri juga, ikut tidak melihat.

288. Raja Aji Dharma lagi berpikir-pikir, tak akan telihat aku olehmu, inilah aku memperlihatkan, lalu berupa kacang, Ki Madri cepat melihat, lalu mengucapkan mantra, lalu mejadi merpati putih.

289. Tiba-tiba mematuk kacang itu tapi tak didapat, lagi beliau menjelma, menjadi musang ganas sekali, mengejar si burung merpati, si burung merpati kembali, menjelma majadi anjing, mengejar si musang lari.

290. Tak berapa lama Sang Rajajadi harimau, mengerem keras mengerikan, mau menerkam, membanting si anjing, mengejar ekornya lari,malunya bukan main, Ki Madri bagaikan mati.

291. Lalu kembali membalikkan pikiran kemudian mengeluarkan mantra, bernama Garuda Putih, itulah yang dimasukkan dalam jiwanya, dan berhasil jadi Garuda, mengerikan matanya bulat membesar, bagaikan matahari kembar, patuknya bagai keris.

292. Lalu kembali kanan dan kiri seratus depan, kukunya bagaikan taji, badannya gempal, sebesar gunung mandara, mengepak-ngepakkan sayap menggelapkan dunia, lalu terbang, dilangit sembari melihat-lihat.

293. Dengan tujuan mau membanting sang harimau, Sang Raja melihat, lalu berpikir dalam hati, kamu jadi Garuda, aku belum akan ngeri, semaumu, Aku akan menandingimu.

294. Tak ada alasan kamu menantang, mau melawan aku, merah memang darahmu, dan memang kamu ini sekarang ingin lebih diatas, nah ini sekarang tahan, Aku membalasmu kini.

295. Lalu Baginda Raja berdiam bersemedi, merapatkan jari