102
sekarang hamba dalam kendi.
278. Lalu dipersembahkan bunga teratai itu, Sang Raja menerima, lantas layu lunglai, Ki Patih Madri berkata, sekarang ada dalam kendi, lagi lah minta, Sang Raja lagi meminta.
279. Dipersembahkanlah Si Kendi sangat pucat, Baginda Raja bersabda lembut, mengapa layu sekali, Ki Madri memberitahukan, sekarang menjelma dalam kendi, lagi minta, Sang Raja lagi minta.
280. Dipersembahkan Si Kendi pucat pasi, Sang Raja bersabda lembut, Paman Patih bila saja tercapai ketemu yang membuat malu, kecuali seorang Raja utama, atau dari wangsa Brahmana sama sekali aku tak mengampuni.
281. Sekarang Tuanku di dalam cincin tempatnya, di dalam permatanya kelihatan menyala, Sang Raja meminta, Tuan Putri berpikir, Raja Aji Dharma berkat, persembahkanlah hamba, tak akan habis-habisnya Ayahanda Raja.
282. Akan meminta Si Madri itu akan memberitahukan, segala kelakukan hamba Adindaku, bila Dinda persembahkan, cincin itu buang saja, berwajah dukalah sedikit, lalu buang, kebatu sampai terpental.
283. Raja Aji Dharma lagi bersabda, berpisahlah adinda dengan hamba sekarang, bila Ayahanda Raja murka, tentu akan membunuh, Adinda Putri teruslah di Istana, teruskan sekali, cintamu adinda pada hamba.
26b 284. Berilah hamba ampas sirih akan kupakai bekal mati, tapi biarlah hamba di sini, bertempat tinggal sama Adinda, Tuan Putri sangat kasihan, air matanya deras mengalir keluar, menyesali diri, terlalu sial ketemu.
285. Baginda Raja melihat Putrinya sangat berduka cita, perasaannya bagai teriris, lalu keperaduan, Ki Patih Madri waspada, lalu mendatangi.
286. Baginda Aji Dharma lalu bersabsa, inikah kau Patih Madri, sekarang memperlihatkan, mengeluarkan kepintaran, akan