99
252. Bila memang jelas akan kupakai sahabat, Paman Patih dapat hadiah, Ki Patih mendekati, meneliti semua orang, lalu kembali memberitahu, tidak ada sama sekali, di dalam kerumunan kaum lelaki itu.
253. Baginda Raja Boja berwajah kecewa, lalu berdatang sembah Ki Patih Madri, sekarang coba datangkan, para wanitanya semua, agar datang kemari, hamba akan menjelaskan, Baginda Raja lagi menitahkan.
254. Tak lama kemudian semua orang, Si Pangkur menyiarkan, penuh di Balairung, lagi-lagi tak tetandai, oleh Ki Patih Madri, kembali berdatang sembah, tidak ada pada orang wanita.
255. Baginda Raja bersabda nah selidiki sekali, di mana tempatnya Patih, aku mengikuti saja, Ki Patih Madri berdatang sembah, sekarang datangkan lagi, segala macam hewan, gajah banteng dan kambing.
256. Babi kuda itik angsa anjing ayam, demikian pula burung peliharaan semua, barang kali di sana, yang salah lalu berganti rupa, Baginda Raja salah paham, lalu bersabda, kepada Ki Patih Madri.
24b 257. Patih Madri mengapa aku dipakai permainan, begini sampai-sampai mendatangkan semua rakyat, juga tak ada kejelasan apa-apa, Si Pangkur lalu menimpali, gila benar Ki Patih Madri, masa kurang, kerja Baginda di Istana.
258. Ki Patih Madri menghormat dengan wajah malu, sudahlah Tuanku hanya sekarang, seperti ragu-ragu, dan bagai salah paham, silahkanlah, bunuh hamba, untuk apa hamba hidup.
259. Lalu bersabda Sang Raja kalau demikian benar juga, bila tak dapat sekarang Si Madri akan kupenggal, Ki Patih membolehkan, cepat dikeluarkan semua, semua hewan piaraan, di Balairung sampai penuh.
260. Ki Patih Madri keliling menyelidiki, segala hewan-hewan semua, juga hewan peliharaan, sama sekali tak ada tanda-tanda, dengan cepat memberitahukan lagi, Baginda Raja