98
245. Barangsiapa dapat menerangkan, yang merusak tuan Putri, akan diangkat menjadi mangku negara, segala permohonan dipenuhi, Ki Patih Madri tersenyum, sekehendak ku kini akan kutemui, kegembiraanku hanya sebentar, lalu cepat ke Balairung, yang dituju, Ki Patih Bhoja Negara.
23b 246. Keluarlah kata-katanya manis, hamba mohon pada Gusti Patih, agar Gusti mempermaklumkan, kehadapan Baginda Raja sekarang, hambalah akan menerangkan sebenarnya, yang merusak Raden Galuh, akan hamba ramalkan, Ki Patih bertanya lembut, siapakah anda, hambaa adalah Ki Patih Malawa.
247. Patih Madri nama hamba, Ki Patih lalu ke Istana, sesampainya di Istana lantas mempermaklumkan, hamba akan mempermaklumkan, adanya Ki Patih Madri, dari negeri Malawa Tuanku, dia itu akan berjanji, menerangkan kesulitan ini sekarang, bila tidak terlalu, dia selalu berada di depan.
PUH DURMA
248. Baginda Raja Bhoja negara baru mendengar, permakluman dari Ki Patih, gembiranya bukan main, lalu ke Balairung, dan dengan segera sampai di Balairung, Baginda Raja senang, bersabda pada Ki Patih Madri.
249. Paman Madri katanya Paman Patih berjanji, menerangkan hari ini, yang mempermalu aku, Ki Patih Madri menjawab, ya Tuanku memang benar, menurut pendapat hamba, datangkanlah semua para Peringkat Pemerintahan.
250. Semua Menteri dan hamba sahaya Tuanku, tapi yang laki-laki, agar datang ke Balairung, datangkan semuanya, Baginda Raja dengan senang membenarkan, lalu bersabda, kau Togog berangkatlah dan carilah.
24a 251. Semua orang laki-laki datangkan, terutama Para Menteri, sebentar saja telah datang, penuh sesak di Balairung, Baginda Raja bersabda lembut, Paman Patih teruskanlah, itu semua perhatikan.