Buleleng banyak merampas kekayaan rakyat Banjar dan akhirnya rakyat Banjar makin berani dan marahnya berapi-api. Setelah rakyat Banjar menyerang dengan sorakan maka rakyat Buleleng lari kucar-kacir. Tetapi tentara Belanda sementara itu diam saja tidak melakukan penembakan akhirnya semua punggawa (menteri) raja Buleleng memihak Banjar yang menyebabkan tentara Belanda makin marah. Tidak berselang berapa lama datanglah Kornel dan tentara Belanda yang makin banyak. Atas kedatangan Kornel Belanda tersebut sangat menyinggung perasaan Mayor Belanda yang ada di Bali. Beberapa waktu kemudian berangkatlah pasukan Belanda yang dipimpin oleh seorang Kornel tadi menyerang desa Banjar yang terakhir. Terjadilah pertempuran antara tentara Belanda dengan rakyat Banjar yang ketiga kalinya, secara langsung sebagai perang puputan bagi rakyat Banjar. Di mana pemimpin rakyat Banjar Ida Made Rai mati tertembak oleh tentara Belanda. Kemudian kakaknya Ida Ngurah mengungsi menuju daerah lain bersama istrinya serta semua kepala kelompok (kelian banjar), bagaimanapun juga karena ketegangan dari kedua belah pihak menjadi. Kepala kelompok seperti: Made Guliang, Ida Dehi, Ida Kaler Kayuputih dapat ditangkap serta langsung dinaikkan ke dalam kapal laut Kumpeni demikian pula Ida Ngurah diketemukan di lain daerah secara langsung dibawa ke Jawa diserahkan kepada pemerintah yang berpusat di Betawi (Jawa Barat).
Dengan demikian selesailah cerita "GEGURITAN RUSAK BANJAR"
7