Cebur nuju daging

Kaca:Geguritan Rusak Banjar.pdf/17

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

ke pelabuhan Bulelenge ngojog,
rauhe malabuh sami,
pada ngaba Kumpeni,
kapal api petang ukud,
seos kapal preman,
kurawis pada nyarengin,
sampun tuun,
Mayore sareng Komendan.

pelabuhan Bulelenglah yang dituju,
datanglah berlabuh semua,
semua membawa Kumpeni,
kapal api empat buah,
yang lainnya kapal pribadi,
semualah mengikuti,
sudah turun,
Mayor bersama komendan.

21. Suradadu katuunang,
kajak ke Buleleng sami,
sue irika mangraos,
marahang bakal makemit,
lene manyaga puri,
kantore kajaga sampun,
kuli sami keperiksa,
bajunyane ketandain,
pang da saru,
di jalannyane madukan.

Serdadu semua diturunkan,
diantarlah semua ke Buleleng,
lamalah di sana bermusyawarah,
mengatakan akan menginap,
yang lainnya menjaga istana,
kantornya juga telah dijaga,
pelayan semua diperiksa,
bajunya diberi tanda,
supaya jangan mengelirukan,
pada waktu bercampur di perjalanan.

22. Liu sampun mangriinang,
madaat pada ngambain,
di Temukus jagi ngantos,
tuara bani mangiwangin,
naen deweknya sisip,
tilaring pamekel ipun,
keto karana kaperintah,
kapiteng dadi kuli,
tan kawuwus,
kocapan dane I Tuan.

Sudah banyaklah mendahului,
mendaratlah ia berjalan,
di Temukus ia akan menunggu,
tidak berani ia menolak,
merasa pada dirinya bersalah,
sepeninggal pemimpinnya,
itulah sebabnya ia diperintah,
lantas menjadi buruh,
tidak diceritakan lagi,
diceritakanlah sekarang Belanda.

23. Suradadu sampun munggah,
ring banawi sami gelis,
telas sagagawan reko,

Serdadu semuanya sudah naik,
di pelabuhan cepat-cepat,

17