Kaca:Geguritan I Dukuh Siladri.pdf/10

Saking Wikisource
Cebur nuju navigasi Cebur nuju parerehan
Kaca puniki kavalidasi
2. SINOPSIS GEGURITANIDUKUH SILADRI

Tersebut di Desa Mameling, daerah Badung, Bali hiduplah dua orang kakak beradik sangat rukun dan damai. Yang tua bernama I Siladri dan yang muda bernama Made Kerti. Keduanya sudah beristri dan masing-masing melahirkan anak, yaitu I Siladri melahirkan anak laki-alki dan Made Kerti melahirkan anak perempuan. Anak Made Kerti bernama Kusumasari, dan anak Siladri diberi nama Mudita. Kedua anaknya sehat-sehat, wajahnya sangat cantik dan menarik.

Pada suatu saat Siladri merenungkan keadaan kehidupan manusia dan dunia pada umumnya. Dia meliliat adanya tanda-tanda bahwa dunia ini dipenuhi kejahatan, orang-orang tidak lagi mengenal kebenaran yang abadi. Setelah lama ia merenungkan, timbul keinginannya untuk mengasingkan diri untuk mencari kebenaran yang kekal. Akhirnya, dia pergi ke Gunung Kawi untuk menenangkan pikiran, dan berguru kepada Empu Dibyaja. Sebelum berangkat semua warisan diserahkan pada adiknya, dan anaknya ditukarkan.

Siladri berangkat bersama istrinya dan anaknya yang telah ditukar. Di tengah perjalanan Siladri diserang badai angin topan anaknya menangis, sedangkan istrinya jatuh tak dapat bangun, akhirnya menghembuskan napas terakhir. Pada waktu Siladri bangun melihat istrinya tak dapat bergerak, tiba-tiba datang Empu Dibyaja dan bertanya, Siladri menceriterakan dirinya dirundung malang, Empu Dibyaja terharu mendengarkan dan menyuruh I Siladri tenang, Beliau menyatakan istrinya mati sudah kodrat.

Selanjutnya, I Siladri disuruh membakar mayat istrinya di hutan Setra Gandawati dan abunya dihanyutkan di air yang mengalir. Setalah datang dari membakar mayat istrinya, I Siladri pulang menemukan anaknya yang sedang menangis, kemudian di ajak oleh Empu Dibyaja ke dalam hutan untuk mencari

3