Cebur nuju daging

Kaca:Geguritan Gajah Mada.pdf/75

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

lah seekor burung garuda yang sangat besar, disambarnya raden Surya Kencana dibawa ke sebuah taman.

5. Taman itu adalah milik sang raksasa siluman, taman itu dikelilingi oleh sungai, sangat lebar karena tepinya sangat jauh, Sang burung garuda sudah sampai di taman yang dipenuhi oleh bunga-bungaan, di sana burung itu berhenti membawa sang raden, di dekat taman itu ada batu ceper lalu sang raden dibanting di atas batu yang ceper itu.

6. Meninggallah kemudian raden Surya Kencana, tercerita sekarang para panakawan beliau semuanya menjadi gelisah di tempat ketika sang raden disambar burung garuda itu, menantikan datangnya kembali raden Surya Kencana, di mana jalan kita mencarinya, pada saat seperti itu tiba-tiba mereka melihat pakaian junjungannya beserta keris pusakanya lalu diambil sembari menangis di tepi telaga itu.

7. Ada batu ceper yang telah terletak di tepi jurang, para panakawan beliau beristirahat, siang malam mereka tinggal di atas batu itu, fikiran mereka sudah hilang karena saking payahnya begitulah keadaan mereka, lalu sementara itu, para bidadari dari Sorga datang untuk bercengkrama di taman itu.

8. Ni Gagar Mayang dan Ni Gendra Sari, Ni Lotama dan Ni Dyah Supraba, semua cantik jelita juga Ni Tunjung Biru, 7 (tujuh) orang para bidadari yang cantik jelita turun dari Kendran (Indraloka) mandi di Taman, sambil mereka mencari bunga-bungaan seperti anggrek nagasari dan banyak lagi bunga-bungaan yang indah.

9. Berkelilinglah sekarang para bidadari itu, kebetulan mereka melihat mayat yang terapung lalu diambilnya baik-baik dibawa ke tempat peristirahatan di sana lalu mayat itu di bersihkan dengan air, ditimbuni dengan bermacam-macam bunga-bungaan yang harum semerbak dikelilingi oleh para bidadari itu dengan air mata yang berlinang-linang.

10. Ni Lotama lalu berkata manis, adik-adikku, mari kita kesana ke tempat si Ratna Praba meminta pinjam kayu kas


77