Cebur nuju daging

Kaca:Geguritan Gajah Mada.pdf/73

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

pada tuanku, karena terpaksa hamba harus pergi dari sini, tetapi ada pesan hamba bahwa tuanku harus menantikan hamba selama tiga bulan, kalau tidak datang, silahkan sekehendak hati paduka, lalu sang raden Surya Kencana mohon diri.

18. Segera ia berangkat, dengan diikuti oleh para panakawannya, setelah melewati negeri itu ia lalu masuk ke hutan, terheranlah sang raden karena keangkeran hutan tersebut, dengan jurang-jurangnya yang dalam.

19. Raden Surya Kencana sekarang telah menyusup ke seluruh hutan belantara, di tengah hutan itu ada sebuah kayu yang besar dan tinggi pohon Groda namanya, lalu di sanalah di bawah pohon itu sang raden duduk, dan di dekatnya ada batu ceper di sanalah sang Raden Surya Kencana tidur.

20. Bersama dengan penakawannya maka mereka tidur dengan nyenyak, dan sang raden Surya Kencana, ada lagi terceritakan, ada seekor beruang betina yang tinggal di puncak pohon itu, beruang itu melihat raden Surya Kencana yang sedang tidur, lalu cepat-cepat ia turun ke kaki pohon itu.

21. Diambilnya sang raden lalu dibawanya sekarang sang raden ke puncak pohon itu, dipeluk dengan kakinya sang raden, tiba-tiba sang raden bangun, dan lalu dilihatnya beruang itu, yang selanjutnya sang raden Surya Kencana membunuh beruang itu.

22. Setelah beruang itut mati, dan bangkainya dijatuhkan dari atas pohon dan terkena panakawan beliau, lalu panakawan itu menangis karena mereka melihat beruang mati terluka tetapi tidak melihat raden Surya Kencana karena tempatnya yang jauh di atas, sehingga menangislah panakawan beliau.

23. Raden Surya Kencana masih ada di puncak pohon, takut, dan tak bisa untuk berfikir tenang, bagaimana caranya turun, terlalu besar dan terlalu tinggi pohon geroda (kepuh)


75