Cebur nuju daging

Kaca:Geguritan Gajah Mada.pdf/7

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

RINGKASAN

Nama lontar  : Gaguritan Gajah Kumuda.
Nomor Lontar  : 390.
Tebal lontar  : 56 lembar.
Milik/Koleksi  : Fakultas Sastra Univ. Udayana Den- pasar.
Alih Aksara dan Alih Bahasa : Ida Bagus Gde Budharta B.A.


Isi:

Diceritakan seorang raja Jawa (Jambi Dwipa) yang tak berputra. Oleh karena itu lalu ia bersama permaisurinya pergi bertapa ke tengah hutan mohon kepada Tuhan agar dikaruniai putra, Dalam tapanya itu lalu ia digoda/diganggu oleh seorang raksasa yang bernama Sang Andaru. Sang Andaru mempunyai istri yang bernama Ken Darwa. Kemudian Sang Andaru bermaksud untuk membunuh Sri Baginda sehingga terjadilah perang di mana Sang Andaru mati terbunuh. Istrinya Kemudian menyerah dan mohon menjadi murid beliau.

Tercerita yang bertapa. Setelah lama beliau bertapa lalu dikaruniai seorang Putri yang cantik jelita yang diberi nama Sang Dyah Ratna Giri. Tetapi ketika ia baru agak besar lalu ditinggal ayah bundanya, sehingga ia diberikan Ken Darwa untuk mengasuhnya. Ketika sang Dyah dewasa maka pada suatu ketika ada seorang raja yakni raja Surya Wangsa yang datang ketika beliau berburu. Lalu Sri Baginda jatuh hati dan minta kepada Ken Darwa untuk diberikan putrinya itu. Ken Darwa memberikan dengan suatu perjanjian apabila kelak mempunyai keturunan maka anaknya itulah yang akan menggantikannya jadi raja. Raja menyanggupi. Tetapi setelah berputra yang diberi nama Gajah Kumuda putranya ini tidak diakui karena raja telah berputra di istana yakni Raden Ajeng.

Akhirnya setelah dewasa Gajah Kumuda nekad dengan


9