Cebur nuju daging

Kaca:Geguritan Gajah Mada.pdf/41

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

pasira dan Ken Pengunengan melihat peristiwa itu tetapi tidak dapat berkata sepatah pun.

17. Sekarang sudah tibalah waktunya, ketika hari sedang tengah malam, waktunya orang sudah tidur pulas, Dyah Candra Wati sangat tidak tenang hatinya, lalu dirangkul. dan dipondong oleh Raden Gajah Kumuda, setelah sampai di luar pesraman Raden Gajah Kumuda, lalu langsung diajak ke tempat tidur.

18. Tercerita sekarang Raden Ajeng, di saat sedang berbicara dengan para rakyat semua, tiba-tiba datang Ken Inyu tergesa-gesa lalu berkata kepada Sri Baginda, dengan peluh yang bercucuran kata-katanya terputus-putus, Raden Dewi hilang, tidak diketahui, kagetlah Sri Baginda dan Sri permaisuri sangat sedih.

19. Sri permaisuri menangis sedih, putriku, engkaulah jiwaku,teruslah sudah engkau tidak akan ibu jumpai lagi, ke mana engkau pergi anakku, lihatlah kakakmu Raden Ajeng anakku, dengan mengeluarkan air mata, sangat rela engkau, dan ibu sangat perihatin kepadamu, dan lalu sang permaisuri pingsan, serta kemudian diusung masuk ke dalam puri.

Pupuh Sinom

1. Sibuk rakyat semua di Malaya Wati dan semuanya prihatin,semuanya waswas dengan kesaktian yang mencuri Dyah Candra Wati, tak diketahui jalannya pencuri, Sri Baginda kangen dan sedih melihat Raden Ajeng, lalu beliau meluap menjadi sangat marah.

2. Perintahkan memukul kentongan sebagai mana negara sedang gawat lalu datanglah berduyun-duyun orang (rakyat) tiba di jalan-jalan demikian juga halnya dengan para mantri, satrya dan para hulubalang kerajaan semua saling tanya, menanyakan sebab-sebab hilangnya Raden Dewi.

3. Semua orang siap dengan senjatanya, kuda, gajah sudah disiapkan rakryan patih lalu menunggu, kehadiran Sri Bagin-

                                                    43