Pupuh Dangdang Gendis
1. Dyah Candra Wati lalu berkata memotong, janganlah ini terlalu dipanjangkan karena kamu toh tidak melihatnya, kemudian Raden Gajah Kumuda berkata, Duhai dewi yang cantik iklaskanlah hati paduka kepada hamba, yang siang malam selalu mengenangnya, karenanya lalu hamba berani menemui tuanku, semoga di hari kemudian kita bisa bertemu serta berbahagia hamba bersama tuanku di puri.
2. Sang Dewi menunduk tidak menjawab, wajahnya membayangkan sedikit marah, mendengarkan kata-kata raden Gajah Kumuda yang sebenarnya dan selanjutnya ia berkata, Ya tuanku, mungkin ada orang tahu dengan keadaan tuanku, sekarang hamba mohon pamit berhubung hamba akan pulang untuk memberitahukan kepada ibu hamba, karena hamba telah lama meninggalkannya, hanya permohonan hamba tunggulah hamba tiga bulan lagi hamba akan datang menjumpai tuanku.
3. Tidak terceritakan Raden Gajah Kumuda, sudah tiba waktunya untuk berpisah, sang dewi sebenarnya telah jatuh cinta, Raden Gajah Kumuda lalu pergi meninggalkannya sambil berjalan menoleh-noleh sedih untuk meninggalkannya, demikianlah Raden Gajah Kumuda, sementara itu Sang Prabu Malaya Wati telah kembali pulang.
4. Sudah pergi Baginda dari pegunungan itu, sebentar saja beliau berjalan bersama rombongan beliau, akhirnya tibalah Sri Baginda di keraton, sedangkan Raden Ajeng juga sudah pulang ke Surya Wangsa, dan setelah lama tercerita sekarang Raja Surya Wangsa kembali mengirim utusan.
5. Sang Rakryan patih diutus ke Malaya Wati untuk membawa surat yang isinya untuk mempertegas agar Dyah Candra Wati segera ditikahkan dengan Raden Ajeng, setelah sampai, kebetulan Sri Baginda sedang mengadakan persi
39