Cebur nuju daging

Kaca:Geguritan Gajah Mada.pdf/30

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

Ajeng dipersilakan untuk menghadap langsung kepada Sri Baginda.

9. Setelah dipersilakan maka Raden Ajeng menghadap sambil memperbaiki letak lehernya, pandangannya sayu wajah seperti bengkak, semua orang yang melihat sangat terkejut karena kejelekan Raden Ajeng.

10. Tercerita sekarang Sri Baginda bangun serta melihatnya dan menyapa Raden Ajeng, ia anakku silakan kemari, dan duduklah bersama-sama ramanda, dan oleh Raden Ajeng segera diikutinya.

11. Setelah duduk, datanglah budak beliau dari belakang Sri Baginda agar beliau masuk ke puri bersama-sama raden Ajeng.

12. Sri permaisuri diketemukan oleh Sri Baginda sedang duduk, lalu Sri Baginda berkata, adiku, anaknda dari Surya Wangsa telah datang dan telah duduk di sini, Sri Baginda berkata dengan perlahan-lahan.

13. Dindaku sayang iklaskanlah hatimu, anak kita, kita ketemukan dengan putra kakanda Perabu dari Surya Wangsa, yang mempunyai putra seorang yang wajahnya seperti petani miskin.

14. Lalu Raden Ajeng dibawa ke tempat tidur (kebalai) selatan diikuti oleh para pengiringnya, sementara itu semua isi Puri Malaya Wati menonton termasuk sampai Ken Bayan dan Ken Sangsit.

15. Semua orang yang melihatnya lalu mengejek Raden Mantri, Ken Bayan datang dengan tergesa-gesa menghadap Sang Dyah Candra Wati sambil berkata dengan halus.

16. Kakanda raden dewi telah datang, dan wajahnya sangat ganteng, kalah wibawa semua para raja sahabat ayahnda Tuanku, gagah perkasa kalau kita melihatnya.

17. Raden Dewi diam serta menunduk, akhirnya Ken Bayan merasa kasihan melihatnya dan sambil menyembah berkata, aduhai tuanku putri yang cantik secantik sarinya bu

32