11. Setelah semua disampaikan kepada Sri Baginda, oleh rakryan patih, jawaban yang diberikan oleh Baginda raja Malaya Wati, lalu beliau sangat bergembira, dan selanjutnya bersabda, Aduh adiku raja yang mulya, kasihmu sangat tulus ikhlas, kepada anaku Raden Ajeng.
Pupuh Megatruh
1. Tercerita sekarang Raden Ajeng telah pergi ke Malaya Wati, sudah berjalan meninggalkan kota raja, banyak yang mengiringkan, demikian juga beserta segala upacara kebesarannya.
2. Raden Ajeng menunggangi kuda, setelah melewati beberapa desa, sampailah di tepi kerajaan Malaya Wati, rakryan patih mempersilakan Raden Ajeng untuk turun dari kudanya.
3. Raden Ajeng berjalan dengan menunduk, di pinggangnya terselip keris yang dangannya (pegangannya) diukir serta terbuat dari mas yang ditaburi permata.
4. Setibanya Raden Ajeng di tempat persidangan, Sri Baginda Malaya Wati sedang dihadap oleh para raja-raja sahabat, mahapatih para menteri dan semua hulubalang kerajaan.
5. Ketika dilihat oleh Sri Baginda, lalu beliau menyuruh Raden Ajeng menunggu sambil duduk-duduk, di luar balai persidangan.
6. Setelah selesai persidangan, Raja Malaya Wati menyuruh patihnya untuk menanyakan siapa mereka yang baru datang itu, lalu segera rakryan patih bertanya.
7. Siapa tuan-tuan sekalian yang datang pada persidangan ini, selanjutnya patih dari Surya Wangsa menjawab, kami adalah rakyat Surya Wangsa yang datang ke mari menghiringkan pangeran kami, yang akan menghadap Sri Baginda.
8. Rakryan patih Malaya Wati lalu berkata kepada mereka yang baru datang dari Surya Wangsa, serta kepada Raden
31