5. Suatu ketika Raden Gajah Kumuda ingin mengetahui dirinya sendiri lalu bertanya kepada ibunya, karena lama hamba tidak pernah melihatnya, di mana dan siapa sebenarnya ayah hamba, katakanlah yang sebenarnya kepada hamba agar hamba mengetahui beliau.
6. Ibunya menjawab, aduh raden anakku, janganlah engkau menanyakan itu, karena ayahmu..... (segera dipotong oleh putranya), Raden Gajah Kumuda menjawab, kalau begitu dari mana dan mengapa saya ada, ibunya terus menjawab.
7. Tanyakanlah kepada Ken Darwa, lalu ia bertanya kepada Ken Darwa, di mana ayahku bibi, Ken Darwa menjawab, Perabu Surya Wangsa yang terkenal itulah ayahanda raden.
8. Raden Gajah Kumuda sangat senang hatinya mendengar kata dan jawaban ibunya dan Ken Darwa, hamba ingin untuk mengenal ayah lalu ia menyembah ibunya dan ingin pula menyembah ayahnya.
9. Menyahut kemudian ibunya, janganlah anakku segera berangkat, siapa akan mengantarkan anakku, mungkin beliau tidak akan mengakui, engkau adalah anaknya, namun Raden Gajah Kumuda berkata: "janganlah ibu ragu-ragu".
10. Raden Gajah Kumuda lalu terus meninggalkan ibunya dengan diikuti oleh para pendeta, tidak terceritakan di dalam perjalanan dengan cepat telah tiba di Kota Kerajaan, Raja Surya Wangsa, sedang mengadakan rapat paripurna, yang dihadiri oleh semua para punggawa.
11. Raden Gajah Kumuda lalu masuk, duduk berhadap-hadapan, dengan Sri Baginda, dan para pendeta yang menyertai beliau, duduk di belakang raden Gajah Kumuda, tercengang dan kagum semua yang menyaksikannya karena melihat wibawa Raden Gajah Kumuda.
12. Sang Raja lalu berkata, orang dari mana sebenarnya kamu ini yang datang ke mari, yang duduk di hadapanku, siapa
26