luar maupun di dalam pesraman, serta memperbaiki taman yang mengelilingi pesraman.
15. Di tempat pemujaan, dihias dengan ukir-ukiran, di tepinya ditanam beraneka ragam bunga-bungaan, seperti bunga angsana, serigading, anggerek bulan yang sedang berbunga lebat.
16. Di halaman pesraman, ditanam bunga angsoka, among, kemuning, bunga pudak yang sedang mekar, baunya sangat harum, dikelilingi oleh kumbang, yang datang untuk menghisap sarinya.
17. Semua binatang piaraan ada di tempatnya masing-masing, si burung merak berada di pancoran, si angsa berenang mengelilingi taman yang dipenuhi bunga-bungaan, sehingga menimbulkan ombak kecil sampai di tepi telaga.
18. Keindahan pesraman seperti sebuah kota kerajaan, sehingga banyak orang berdatangan, untuk bergembira, serta melihat-lihat pesraman, sementara itu Sri Baginda sibuk menyambut serta menjamu mereka, setiap hari tidak hentihentinya.
19. Tidak terceritakan lamanya berguru dengan para pendeta (mahayati) dan sang prabu, telah diizinkan oleh para pertapa-pertapa lainnya, untuk meneruskan tapa beliau.
20. Beberapa hari lamanya membangun tapa semedi, dikabulkanlah oleh Tuhan Yang Maha Esa, yang datang dari sorga loka, tapa beliau, lalu sang perameswari, berhasil hamil, sebagai hasil (buah) tapa semadi baginda raja.
21. Tidak tercerita lamanya mengandung, kira-kira sembilan bulan, yakni setelah cukup umur kandungannya, dan bayi sudah cukup umurnya, lalu kemudian lahirlah, seorang bayi putri, sangat cantik jelita.
22. Lalu beliau menyambut serta mengamong putri beliau, oleh sang permaisuri, seraya berkata, aduh putriku, semoga engkau panjang umur bersama ayahndamu, yang telah meninggalkan kerajaan (Singasana) dengan tidak sedikit pun setia kepada kerajaan.
15