Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN SUDHAMALA.pdf/96

Saking Wikisource
Kaca puniki sampun kauji-wacén

87

sada gelis,
nyujur linggih sang Hyang Siwa." (GS, hlm. 16a)

Terjemahan:

Tidak diceritakan di jalan,
di Siwaloka sampai sekarang,
para dewa sedang musyawarah,
tiba-tiba para dewa melihat,
kedatangan Hyang Trimurti,
dengan segera,
menuju tempat Hyang Siwa." (GS, hlm. 16a)

Kutipan di atas menggambarkan para dewa sedang bermusyawarah di Siwaloka. Tiba-tiba datang Hyang Tri Murti (Brahma, Wisnu, dan Siwa) menuju tempat Hyang Siwa. Ketiganya merundingkan kemarahan Dewi Durga.

Di samping hal itu, nilai musyawarah tercermin juga pada Panca Pandawa. Panca Pandawa ketika menghadapi musuhnya yang sangat sakti mandraguna yang bernama I Kalantaka dan Kalanjaya mengalami kewalahan sehingga mereka memandang perlu untuk memusyawarahkan cara yang paling baik agar dapat mengalahkan kedua raksasa yang menjadi musuh mereka itu. Hal itu dapat dilihat pada kutipan di bawah ini.

Kutipan:

"Kěkantěnag pengaruh sang ninggal pura,
gělis ipun ngungkap kori,
sang kalih ngapuriang,
jumujug ring penangkilan,
panggih semětone tangkil,
miwah bau danda,
sang kalih raris ngubakti." (GS, hlm. 27b).