Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN SUDHAMALA.pdf/86

Saking Wikisource
Kaca puniki sampun kauji-wacén

77

Kutipan di atas menggambarkan seorang anak yang selalu tunduk dan taat terhadap orang tuanya. Dalam hal ini, sang Sahadewa selalu taat terhadap perintah Dewi Kunti selaku ibunya.

3.4.2 Rela Berkorban
Rela berkorban dimaksudkan pengorbanan seseorang sebagai wujud kebaktian dan kesetiaan kepada orang lain. Dalam hal ini, pengorbanan seorang istri sebagai wujud kebaktian dan kesetiaan terhadap suaminya.

Dewi Uma adalah istri Dewa Siwa. Ketika beliau sedang mengalami sakit keras, Dewa Siwa menyuruh istrinya (Dewi Uma) mencari obat yang berupa air susu lembu putih ke bumi. Dewa Siwa mengatakan satu-satunya obat yang bisa menyembuhkan penyakitnya adalah susu itu. Oleh karena itu, jika Dewi Uma belum mendapatkan air susu itu, janganlah kembali ke Siwa Loka.

Setelah mendengar hal itu, Dewi Uma dengan secepatnya terbang turun ke bumi. Beliau menelusuri hutan dan ladang tempat orang penggembala lembu. Di tengah hutan yang cukup sepi, Dewi Uma bertemu dengan penggembala lembu putih dengan air susu yang cukup banyak. Penggembala sebenarnya adalah Dewa Siwa yang menyamar sebagai penggembala. Penyamaran Dewa Siwa itu bertujuan untuk menguji kesetiaan dan kejujuran Dewi Uma sebagai istrinya.

Setelah berada di dekat penggembala lembu putih itu, Dewi Uma meminta air susu dengan membeli atau menukar dengan mas, permata, dan sebagainya. Akan tetapi, penggembala itu tidak memberikan air susu itu dibeli atau ditukar dengan harta benda karena uang atau harta benda tidak ada gunanya di dalam hutan.

Dewi Uma terus merayu penggembala itu supaya memberikan air susu lembu itu. Penggembala itu secara berbisik-bisik menyampaikan bahwa penukar air susu lembunya adalah sesuatu yang bisa membuat hatinya senang. Mendengar hal itu, Dewi Uma seketika menjadi marah dan menyatakan dirinya adalah istri Dewa Siwa. Walaupun demikian penggembala itu tetap berharap apa yang dia inginkan. Setelah cukup lama saling pandang, Dewi Uma seketika ingat akan pesan suaminya, yaitu sebelum mendapatkan air susu lembu putih tidak diperkenankan kembali ke Siwa Loka. Oleh karena itu, Dewi Uma timbul keinginannya