75
raris mabur mangalayang,
marcapadane kaungsi...." (GS, hlm.2b)
Terjemahan:
"Betari (Dewi Uma) bersiap-siap,
sebagai tanda baktinya,
lalu terbang melayang,
bumi dituju ...." (GS, hlm.2b)
Kutipan di atas menggambarkan Dewi Uma sangat berbakti terhadap suaminya sehingga apa pun yang diperintahkan dia selalu taat melaksanakannya.
Ketaatan yang lain terlukis pada seorang abdi yang bernama I Kalika yang selalu melaksanakan perintah Dewi Durga. Ketika Dewi Durga meminta anak Dewi Kunti yang bernama Sahadewa supaya diserahkan kepadanya, Dewi Kunti menolak karena Sahadewa bukan anak kandungnya. Oleh karena itu, Dewi Kunti meninggalkan Kuburan Gandamayu tempat tinggal Dewi Durga. Pada saat itu juga Dewi Durga memerintah I Kalika supaya memasuki tubuh Dewi Kunti dan mengendalikan pikirannya agar bersedia menyerahkan anaknya untuk dipergunakan ngeruat 'menghapus dosanya'. Begitu mendengar perintah Dewi Durga, I Kalika langsung melaksanakannya. Hal itu dapat dilihat pada kutipan di bawah ini.
Kutipan:
"Dewi Kunti menolak laut matinggal,
ento mawinan nyai jani enggalan jua tut ia,
tur rangsukin deweknya,
Ni Kalika ngetut gelis,
tur masurupan,
maring anggan Dewi Kunti." (GS, hlm. 9b).