Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN SUDHAMALA.pdf/83

Saking Wikisource
Kaca puniki sampun kauji-wacén

74


ngan berpura-pura sakit keras, selanjutnya menyuruh istrinya mencari obat berupa air susu lembu putih ke bumi. Dewi Uma sangat taat terhadap perintah suaminya.

Dewi Uma langsung terbang turun ke bumi menelusuri hutan. Sementara Dewa Siwa lebih awal turun ke bumi menyamar menjadi penggembala lembu putih dengan air susu yang cukup banyak. Dewi Uma bertemu dengan penggembala itu, lalu beliau mendekati dan menyatakan akan membeli atau menukar dengan uang atau mas dan permata. Penggembala itu tidak memberikan karena uang atau harta tidak ada manfaatnya di hutan. Namun , yang diminta adalah sesuatu yang bisa membuat hatinya senang. Dewi Uma pada mulanya sulit untuk memenuhi permintaan penggembala itu. Akan tetapi, setelah ingat akan pesan suaminya jika tidak mendapatkan air susu itu tidak diperbolehkan kembali, Dewi Uma memenuhi keinginan penggembala itu demi mendapatkan air susu itu. Atas perbuatannya itu, beliau dikutuk oleh suaminya selama dua belas tahun menjadi Dewi Durga karena melakukan penyelewengan.

Berdasarkan inti cerita di atas, dapat diuraikan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita itu sebagai berikut.


3.4.1 Ketaatan

Ketaatan dimaksudkan dalam hal ini adalah kepatuhan seseorang terhadap segala perintah atau tugas yang diberikan oleh orang lain. Dalam hal ini kepatuhan seorang istri, abdi, dan anak yang dibebani tugas (perintah) oleh suami, atasan, dan ibunya.

Dewi Uma selaku istri Dewa Siwa dibebani tugas untuk mencari obat ke bumi yang berupa air susu lembu putih. Beliau memberikan syarat kepada istrinya jika belum dapat air susu itu tidak diperkenankan kembali ke Sorga Loka.

Dewi Uma mendengar perintah itu, sebagai rasa wujud baktinya dia langsung terbang turun ke bumi dan menyelusuri hutan dan ladang tempat para penggembala. Hal itu dapat dilihat pada kutipan di bawah ini.


Kutipan:

"Bhatari madabdaban,
saha ngarepang ngabakti,