71
dengan menghalalkan segala cara. Bantuan yang diberikan dengan menghalalkan segala cara atau dengan cara yang tidak terpuji akan mendatangkan kesengsaraan.
Jika ingin menolong orang lain, berilah dengan pertolongan yang benar, artinya sesuai dengan hukum-hukum atau ketentuan yang berlaku. Tokoh Sudhamala, misalnya, memberi pertolongan kepada Dewi Durga pada saat yang tepat artinya, tepat pada waktunya, yaitu setelah dua belas tahun seperti yang telah ditentukan oleh Bhatara Siwa, seperti terlihat pada kutipan di bawah ini.
Singgih ratu sang Hyang Siwa,
ampurayang titiang mangkin,
ledengang bhattira ngruat,
malan titiang tan gigis,
Bhatara raris nyaurin,
pastun beli kadung labuh,
tuara dadi jani tulak,
kewala antosang adi,
kala ditu,
disubane roras tiban (GS, hlm. 5a).
Kala ditu mara ruat,
ento dasa malan nyai,
olih sang Pandhu putra ngruat,
putran ida pinih alit,
sang Sahadewa kang nami,
tuah mula ida iku,
ngamargiang panglukatan,
Bhatara ento nywecaning,
raga bagus,
tuara ada cadan ida (GS, hlm.5b).
Terjemahan:
Ya, ratu sang Hyang Siwa,
mohon maafkan dinda,