58
Di sana ada seorang Resi,
yang bernama Resi Tambapetra,
mempunyai dua orang anak,
yang sulung bernama Dewi Soka,
adiknya bernama Diah Padapa,
itulah jodohmu,
ini jimat ibu dibawa (GS, hlm. 18a).
Segal a musuh yang berani,
akan mengancam anakku,
nah ibu pergi sekarang,
lalu terbang Dewi Uma,
Bidadari Bidedara,
semuanya ikut terbang, menuju Siwaloka (GS, hlm. 18b).
Berdasarkan petunjuk Dewi Uma, sang Sudhamala melanjutkan perjalanan menuju Prangalas. Dia bertemu dengan Resi Tambapetra. Dalam pertemuan tersebut, dia menceritakan bahwa kedatangannya adalah untuk meruat sang Resi, seperti terlukis dalam kutipan berikut.
Kesah titiang saking Setra Gandamayu,
usan ngruat Dewi Durga,
sampun mawali kadi dengu,
walik dados Dewi Uma,
raris ida,
ngandikayang mangda rauh,
ngeruat palungguh bhagawan,
mogi ica Hyang Pramakawi (GS, hlm. 20b).
Terjemahan:
Keberangkatan saya berawal dari Kuburan Gandamayu,
telah selesai meruat Dewi Durga,
sudah seperti semula,