Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN SUDHAMALA.pdf/26

Saking Wikisource
Kaca puniki sampun kauji-wacén

17


tahun seribu sembilan ratus delapan puluh delapan,
orang yang menulis hanya (ber)dasar(kan) keberanian (dan) (ke)tulus(an) hati.
Tanggal lima belas selesai menulis,
bulan dua belas,
tahun seribu sembilan ratus lebih,
lebih(nya) delapan puluh delapan,
mengenai nama desa saya,
Suara ketakang disebut,
rumah bertempat,
di sebelah utara perempatan jalan.
Selesai ditulis pada hari,
Rabu, Kliwon, Pahang, tanggal nasional, 4, 10,
tahun saka, 1989,
oleh orang yang bernama Ari Kacatur Sanak,
di Desa Pakandelan Kaler,
Semarapura, Klungkung
(GS, him. 30a)."

Berdasarkan kutipan di atas, terungkap bahwa si pengarang mulai menulis (menggubah) karyanya pada tanggal 2 Oktober 1988. Di dalam kolofon tersebut, pengarang menyatakan dirinya menulis atau mengarang hanya berdasarkan keberanian dan ketulusan hati sehingga ia selesai menggubah karyanya itu pada tanggal 15 Desember 1988.

Memperhatikan lebih lanjut isi kolofon itu, terungkap juga tentang nama si pengarang yang hanya menggunakan nama samaran di dalam karyanya. Nama pengarang itu dapat diketahui dengan adanya ungkapan, tulisan (sang apangawer) Ari Kacatur Sanak dari Desa Pakandelan Kaler, Semarapura, Klungkung. Teks itu merupakan salah satu versi dari ketiga GS yang sempat dikumpulkan. Dari ketiga teks GS itu, dapat digolongkan menjadi dua versi, yaitu teks GS Fakultas Sastra dan Gedong Kirtya satu versi dan teks GS Kantor Dokumentasi Budaya Bali satu versi. Seperti telah disinggung sebelurnnya, teks GS ini sudah ditransliterasi dari huruf Bali ke dalam huruf Latin oleh Nyoman Putra Suarjana, pada tanggal 24 Juli 1990. Diketik di atas kertas HVS ukuran folio, berjarak dua