Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN SUDHAMALA.pdf/19

Saking Wikisource
Kaca puniki sampun kauji-wacén

BAB II


TEKS GEGURITAN SUDHAMALA


2.1 Ciri-Ciri Teks Geguritan Sudhamala

Seperti telah disinggung dalam uraian sebelumnya, GS adalah salah satu bentuk karya sastra tradisional Bali berbentuk puisi yang ditentukan oleh pada lingsa. Bentuk karya sastra tersebut, tentu sangat penting mendapat perhatian semua pihak sebab bagaimanapun naskah merupakan hasil kebudayaan masyarakat pada zamannya. Geguritan sebagai bentuk karya sastra tradisional Bali yang merupakan peninggalan nenek moyang kita pada masa lalu, dari waktu ke waktu (secara turun-temurun) mengalami penurunan atau penyalinan. Hal tersebut di Bali merupakan tradisi karena suatu teks yang oleh pendukungnya dipandang memiliki unsur-unsur cerita yang menarik di masyarakat dan masih relevan bagi kehidupan saat ini, disalin ataupun diterjemahkan.

Tujuan penurunan atau penyalinan suatu naskah adalah untuk memiliki naskah tersebut, mungkin naskah asli sudah rusak sama sekali karena "dimakan zaman " atau mungkin kekhawatiran akan terjadi sesuatu dengan naskah aslinya, misalnya hilang, terbakar, terkena benda cair, karena perang, atau terlantar saja. Mungkin juga naskah asli disalin dengan tujuan magis, yaitu dengan menyalin suatu bahasa tertentu orang merasa mendapat kekuatan magis dari yang disalin itu. Di samping itu, naskah yang dianggap penting disalin dengan berbagai tujuan, misalnya politik, agama, dan pendidikan (Sutrisno, 1983:91).

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa akibat penyalinan, terjadilah berbagai versi atau bahkan banyak naskah mengenai suatu cerita. Oleh karena penyalinan yang berkali-kali itu , tidak tertutup kemungkinan timbulnya berbagai kesalahan atau perubahan. Terjadinya hal itu, antara lain karena (1) mungkin si penyalin kurang memahami bahasa atau persoalan bahasa yang disalin; (2) mungkin tulisan tidak terang, salah baca, atau ketidaktelitian sampai beberapa huruf (haplografi); (3) penyalinan maju