Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN SUDHAMALA.pdf/169

Saking Wikisource
Kaca puniki sampun kauji-wacén

160

tahun siu sangha ulung dasa,
kutus lět biin,
sang anyurat nama,
sura madya gumanti.

24. Tanggal limolas puput nyurat bulan roras,
tahun syu sanganya lebih,
ulungdasa kutus liwat,
munggwing wastan desan tityang,
Suwara Ketakang inami,
pondoke magěnah,
utaraning panyaturan margi.

25. Puput sinurät ring rahina, bu, ka, Pahang, tanggal nasional, 4, 10, isaka warsa, 1989, antuk sang apangawer Ari kacatur sanak, ring desa Pakandělan Kaler, Semarapura Klungkung.

CATATAN
1. Pada naskah tertulis Sudhamala, berasal dari kata suddha dan mala. Suddha 'bersih; suci; murni; tak bercela/bernoda'. Mala 'mala; (ke)kotor(an); noda; cemar; kejahatan; cacat (Mardi-warsito, 1981:339, 571).
2. Berdasarkan konvensi pupuh baris itu berakhir dengan vokal a, sedangkan pada naskah baris itu berakhir dengan vokal ě, ne těn 'yang tidak'.
3. Pada naskah tertulis payuddhan 'medan laga'; (pe) perang (an); (per) tempur (an)'. Pada naskah tertulis Durggha 'sulit ditempuh/dijalani; kesulitan; istri Dewa Siwa (Guru)'.
5. Pada naskah tertulis mara anggo, baris itu semestinya ditulis mara angga 'membagi kemauan'.
6. Pada naskah tetulis mapresiddha 'supaya berhasil'.
7. Pada naskah tertulis uttami 'sangat utama'.
8. Pada naskah tertulis pratthiwi 'bumi'.
9. Pada naskah lontar tertulis uttara 'utara'.