7
sebuah karya sastra tidak mungkin tanpa pengetahuan, sedikit banyaknya, mengenai kebudayaan yang melatarbelakangi karya sastra tersebut dan tidak langsung terungkap dalam sistem tanda bahasanya. Pemisahan konvensi budaya dari konvensi bahasa dan sastra seringkali tidak mungkin atau tidak mudah dilaksanakan, karena banyaknya konvensi budaya telah terkandung dalam sistem bahasa dan sastra (Teeuw, 1984: 100).
Menurut Koentjaraningrat (1984:8--25), nilai budaya adalah lapisan abstrak dan luas ruang lingkupnya. Tingkat ini adalah ide-ide yang mengonsepsikan hal-hal yang paling bernilai dalam kehidupan masyarakat. Suatu sistem nilai budaya terdiri atas konsepsi-konsepsi yang hidup dalam pikiran sebagian besar warga masyarakat mengenai hal-hal yang harus mereka anggap amat bernilai dalam hidup. Oleh karena itu, suatu sistem nilai kebudayaan biasanya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia. Sistem kelakuan manusia lain yang tingkatnya lebih konkret, seperti aturan-aturan khusus, hukum, dan norma-norma, semuanya juga berpedoman pada nilai budaya itu. Nilai budaya yang dapat mendorong pembangunan di antaranya, sifat tahan penderitaan, berusaha keras, toleran terhadap pendirian atau kepercayaan orang lain, dan gotong royong.
Transliterasi adalah penggantian jenis tulisan, huruf demi huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain. Dalam mentransliterasi, perlu diikuti pedoman yang berhubungan dengan pembagian kata, ejaan, dan pungtuasi. Sebagaimana diketahui bahwa teks-teks lama ditulis tanpa memperhatikan unsur-unsur tata tulis yang merupakan kelengkapan wajib untuk memahami teks. Transliterasi berdasarkan pedoman untuk sejauh-jauhnya mempertahankan ciri-ciri teks asli dan penafsiran teks yang bertanggung jawab sangat membantu pembaca dalam memahami isi teks (Tim Fakultas Sastra UGM, 1983: 101--103) .
1.5 Metode dan Teknik
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode studi pustaka. Menurut Kartono (1976:44), kajian pustaka adalah pengumpulan data dan informasi dengan bantuan buku-buku, majalah-majalah, naskah-naskah, cetakan, kisah perjalanan, dokumen, dan sebagainya.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Nilai