103
supaya kamu berhasil.
sang Sahadewa segera melihat,
oleh karena tidak tahu didatangi,
oleh Ida Sang Hyang Guru,
lalu segera menyembah." (GS, hlm. 16b)
Kutipan tersebut menggambarkan Dewa Guru (Siwa) dengan tiba-tiba berada di samping sang Sahadewa. Hal itu dapat diketahui pada pernya-taan yang tercermin pada kutipan di atas, yaitu reh tan uning karauhin 'karena tidak tahu didatangi', antuk Ida Sang Hyang Guru 'oleh Ida Sang Hyang Guru'; dan tumuli gelis manyembah 'lalu segera menyembah'. Di samping itu, sang Sahadewa ketika berada di istana Resi Tambra Petra, selalu berdoa memuja Dewa Siwa. Hal itu dapat dilihat pada kutipan di bawah ini.
Kutipan:
"Sang Sahadewa madabdaban,
mangrědana,
ngastawayang Hyang Siwa mangkin,
tur nyamběhang sakaru reku,
ring anggan ida bagawan,
madulurang,
bija kuning kasaur,
Bhatāra Indra Kalinggayang,
ring aksi bagawan kalih." (GS, hlm. 21a)
Terjemahan:
"Sang Sahadewa bersiap-siap,
memuja,
memuja Hyang Siwa sekarang,
dan menaburkan ke seluruh penjuru,
melalui Ida Bagawan,
dengan sarana,