Kaca puniki sampun kauji-wacén
101
- marah beliau sudah masuk,
- Durga mestinya ditampilkan,
- Beliau berkeinginan menebus,
- dan berambisi membunuh,
- setelah agak dekat,
- Hyang Durga jatuh tersungkur,
- sang Sahadewa menaburkan,
- merata beras itu,
- mengucapkan weda pelebur dosa. " (GS, hlm. 17a--17b)
Kutipan di atas menggambarkan bahwa sang Sahadewa sedang melakukan pengruatan 'peleburan dosa' dengan menaburkan beras kuning dan mengucapkan mantranya. Perilaku semacam ini merupakan salah satu sarana upacara, khususnya bagi umat Hindu. Oleh karena itu, hal semacam ini dapat dikatakan mencerminkan nilai budaya religius karena adanya penaburan beras kuning dan disertai mantra.
3.4.12 Suka Berdoa
Dewi Uma sebagai istri Dewa Siwa ditugasi oleh suaminya untuk mencari obat yang berupa air susu lembu putih ke bumi. Beliau sebelum berangkat ke bumi tidak lupa melakukan sembahyang dengan harapan apa yang akan dicarinya dengan cepat dapat diperolehnya. Hal itu dapat dilihat pada kutipan di bawah ini.
Kutipan:
- "Wawu miarsa bhaṭari,
- wedanane ngĕtus kayun,
- bhaṭari gĕlis ngarĕpang,
- madulurang ngaturang bakti,
- inggih ratu,
- ampurayang dewek titiang." (GS, hlm. 2a)