Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN SUDHAMALA.pdf/103

Saking Wikisource
Kaca puniki sampun kauji-wacén

94

3.4.9 Bela Negara
Yang dimaksud bela negara adalah rasa bakti seseorang terhadap tanah ke-lahirannya. Dengan kata lain, jika ada orang lain yang ingin menghancurkan suatu negara, masyarakat pemilik negara itu akan selalu mempertahankan negaranya dari ancaman kehancuran. Dalam hal ini adalah Pandawa.

Pandawa adalah suatu kerajaan yang dipimpin oleh Darmawangsa dan didampingi oleh empat orang saudara-saudaranya, yaitu Bima, Arjuna, Nakula, dan Sahadewa. Kerajaan Pandawa pada suatu ketika digempur oleh dua orang raksasa yang bernama Kalantaka dan Kalanjaya. Raksasa itu sakti dan sangat sulit dapat dikalahkan. Kedua raksasa itu sempat memukul mundur Arjuna dan Bima. Oleh karena itu, mereka mengadakan musyawarah di istana. Pada saat itu, datanglah Nakula Sahadewa ke istana. Setibanya di istana, mereka diberitahukan oleh Dewi Kunti bahwa kerajaan dalam keadaan bahaya. Nakula dan Sahadewa merasakan tanah ini adalah kelahirannya, maka mereka tidak tanggung-tanggung mempertahankan tanah kelahirannya. Mereka turun ke medan peperangan dengan mengangkat senjata, sebagai tanda wujud baktinya terhadap tanah airnya. Hal itu dapat dilihat pada kutipan di bawah ini.

Kutipan:

"ento ia ngentinin para Korawa,
sampunika Dewi Kunti,
putra mayuda,
mireng wacanan i biang,
sang karo pranamya bakti,
ngararis mědal,
maktě senjata sakti." (GS, hlm. 29a)

Terjemahan:

"dia itu sebagai pengganti para Korawa,
begitulah kata Dewi Kunti,
anaknya berperang,