Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN SUDHAMALA.pdf/102

Saking Wikisource
Kaca puniki sampun kauji-wacén

93

Pandawa terutama Dewi Kunti dengan rasa kasih sayang terhadap sang Sahadewa bersedia menyerahkan diri kepada Tuhan supaya mati bersamasama.

Nilai budaya kasih sayang secara lahir terlukis juga pada Dewi Kunti sebagai ibu tiri sang Sahadewa. Hal itu tercermin ketika dia melihat kedua anaknya kembali ke istana dengan tiba-tiba, dia merangkul kedua anak-nya itu. Hal itu dapat dilihat pada kutipan berikut di bawah ini.

Kutipan:

"Makakalih kagělut putra ida,
sang kalih macělos ngubakti,
malinggih durusang biang,
sāmpunang banget nyungkanang,
Dewi kunti gelis malinggih,
tur tuturang cěning jani." (GS, hlm. 28a)

Terjemahan:

"Kedua anaknya dirangkul,
kedua anaknya duduk menyembah,
silakan duduk ibuku,
jangan selalu bersedih,
Dewi Kunti segera duduk,
dan berkata,
silakan cerita anakku sekarang." (GS, hlm. 28a)

Kutipan tersebut juga menggambarkan rasa kasih sa-yang seorang ibu kepada anaknya yang ditinggalkan cukup lama. Ketika mengetahui anaknya datang, dia langsung merangkul anaknya yang cukup lama dirindukan kehadirannya. Pernyataan yang membuktikan rasa kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tercermin pada ungkapan makakalih kagělut putran ida 'kedua anaknya dirangkul'.