91
gal diam di rumah, dia menelusuri perjalanan adiknya. Hal itu dapat dilihat pada kutipan di bawah ini.
Kutipan:
"Cerita yang ring andawa,
lintang sedih,
eling ring arine mangkin sang Nakula dahat sungsut,
eling ring sang Sahadewa,
raris ida,
nyujur setra Gandamayu,
ngětut lampah arin ida,
ne katur rin Durga Dewi. (GS, hlm. 22a)
Terjemahan:
"Diceritakan di Pandawa,
sangat sedih,
selalu ingat dengan adiknya sekarang sang Nakula
sangat muram,
teringat akan Sahadewa,
lalu beliau,
menuju Kuburan Gandamayu,
mengikuti jejak adiknya,
yang dipersembahkan kepada Dewi Durga," (GS, hlm. 22a)
Kutipan tersebut menggambarkan kasih sayang Panca Pandawa terhadap Sahadewa, terutama sang Nakula. Hal itu dapat dibuktikan, yaitu pada ungkapan eling ring arine mangkin sang Nakula dahat sungsut, eling ring Sahadewa 'sang Nakula selalu ingat akan adiknya membuat wajahnya muram, mengenang sang Sahadewa'. Pernyataan itu sebagai perwujudan bahwa sang Nakula sangat sayang terhadap sang Sahadewa.
Dari sisi yang lain, Dewi Kunti sebagai ibu Panca Pandawa, setelah ingatannya sadar mengakui bahwa dia telah melakukan perbuatan sem-