90
Terjemahannya
Sekarang begini cara mempersiapkan, menyucikan diri, sering membersihkan diri, bulan purnama dan bulan mati agar bersih, sujud setiap malam, memuja Hyang susur (Tuhan, berbedak yang berbau enak, memakai bunga harum, dupa harum, lima sarana untuk menyucikan diri.
Usaha baik anda sedikit lagi, pada maulu manis (hari ke-6 dari sadwara dan hari pertarna dari panca wara, diingat setiap bulan, turun bhatari Crigati, mempersembahkan biji-bijian yang harum, bunga dan dupa harum, dan sesajen yang berisi kacang-kacangan dan pisang goreng, untuk dapat efisien, segala gerak akan menjadi makanan.
Kutipan di atas menunjukkan pelaksanaan upacara pemujaan kepada Hyang Susur, Bhatari Crigati, yang disebut pancadewi. Dalam kutipan tersebut dijelaskan bahwa semua pelaksanaan upacara itu bertujuan untuk membersihkan diri atau menyucikan diri. Diawali dari membersihkan badan, menyucikan diri. Hal ini dilakukan sebelum melakukan pemujaan. Hari baik pemujaan ini ditetapkan pada hari maulu manis, (hari ke-6 dari Sadwara yang jatuh bertepatan dengan hari pertama dari Pancawara, yang jatuh setiap bulan). Pada saat inilah turun Bhatari Crigati, yang semestinya dipuja dengan sesajen yang berisi biji-bijian yang harum, dan bunga, dupa yang harum.
Kalau dikaitkan dengan kenyataan yang berlaku di masyarakat Bali, upacara-upacara seperti yang disebut dalam alinea di atas, sering dilakukan. Upacara-upacara seperti ini biasanya dilakukan pada hari Kajeng Keliwon, kajeng umanis, anggara kasih, tumpek, dan lain-lain. Seperti yang dinyatakan oleh Punyatmaja dan Gde Soeka, dalam masyarakat Bali, kegiatan upacara tampak menonjol, kalau dibandingkan dengan kegiatan memahami konsep-konsep filsafat dan etika. Sesungguhnya, antara filsafat , etika, dan upacara merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh, yang tidak bisa dipisahkan pelaksanaannya antara satu dengan yang lainnya.
Dalam upadeca dinyatakan :.etiga bagian tersebut (filsafat, etika, dan upacara), yang diibaratkan sebagai kepala, hati, dan