Cebur nuju daging

Kaca:GEGURITAN SALAMPAH LAKU.pdf/65

Saking Wikisource
Kaca puniki kavalidasi

57

Terjemahannya
Ada orang (manusia) yang hanya membuat dunia ini penuh sesak saja. Dia tidak berguna miskin dan malas, hanya bisa berkata, bagaikan suara burung di pagi hari. Setelah menginjak umur 27 tahun, dia pegi mengembara, meninggalkan orang tua, menuju sebuah desa, sambil melarikan seorang gadis.

Bait pertama Geguritan Salampah Laku ini, mengajak penikmat atau pembaca untuk membayangkan sifat dan sikap seseorang ketika menginjak umur 27 tahun. Pengarang mengandaikan suaranya bagaikan suara burung di pagi hari. Dengan pengandaikan pengarang seperti ini, dalam pikiran dan anganangan pembaca ada bayangan seseorang yang belum dewasa, dalam hal mentalnya. Apabila sesuatu yang ingin disampaikan oleh pengarang dapat ditangkap oleh pembaca seperti yang ingin
disampaikan oleh pengarangnya, maka pengarang berhasil menumbuhkan imajinasi pembacanya (Tarigan, 1984: 30). Pada bagian lain Geguritan Salampah Laku menunjukkan imajinasi pengarang dapat dilihat dengan jelas dalam kutipan berikut ini:

"Dirgha kantania ngandeg lamaris, bawu wongnia sogol, mariwada kramaningsun mangke, sinengkeran setahun ia henti, suka sun angiring pangwarahing manuk".

Terjemahannya

Besar keinginannya (burung-burung) menghambat perjalanan kita. Mungkin karena kita dilihatnya aneh sehingga ia menghina perjalanan ini, tetapi setelah ia tahu (maksud dan tujuan mulia perjalanan ini) pasti ia akan berhenti. "Senang saya bersamamu", kata si ayam hutan.

Dalam bait ini, dapat dilihat imajinasi pengarangnya. Pengarang imajinasi, mengajak pembaca untuk ikut merasakan jalan pikiran atau tanggapan burung-burung, setelah melihat sebuah perjalanan (seseorang untuk berguru atau mengejar ilmu pengetahuan). Dijelaskan bahwa di samping hinaan dari bebera-