mitode studi sastra yang tertua dan tetap terpakai. Kegagalan yang dialami oleh seorang pengarang patut kita ketahui, apalagi tentang kesuksesannya. Salah satu kasus seperti yang diungkapkan tersebut di atas, dapat dibaca pada Geguritan Salampah Laku ini.
Dalam masyarakat Hindu di Bali, hubungan antara sastra dan agama merupakan suatu kaitan yang erat, yang sangat suli dipisahkan. Bahkan setiap pembicaraan sastra Bali tradisional (salah satu produk kebudayaan Bali), sudah dapat dipastikan, bahwa karya sastra tersebut merupakan refleksi dari penceran agama Hindu. Seperti apa yang diungkapkan dalam Geguritan Salampah Laku, karangan Ida Pedanda Made Sidemen yang menyurati ajaran nilai agama Hindu. Adapun nilai-nilai agama Hindu yang dimisikan dalam Geguritan Salampah Laku ini antara lain: nilai sosial; nilai religius; nilai kepercayaan terhadap Tuhan Hyang Mahaesa, karma pala, dan samsara; nilai satyeng graha dan satyeng suami; nilai upacara; nilai penyatuan Siwa dan Budha; nilai pendidikan; nilai konsepsional. Apabila semua nilai yang terkandung dalam Geguritan Salampah Laku ini dapat dipahami dan mampu melaksanakannya, niscaya tujuan hidup yang digariskan oleh agama Hindu akan tercapai yaitu, mencapai kedamaian rohani dan kesejahteraan hidup jasmani atau dalam bahasa weda moksartham jagadhita ya Ca Iti Dharma.
Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu disempurnakan karena memang keterbatasan pengelolaan dan keterbatasan tenaga peneliti yang dapat mengkaji lebih lengkap dan sempurna. Oleh karena itu, semua saran maupun perbaikan yang disampaikan akan diterima dengan senang hati. Walaupun demikian, kami tetap berharap semoga sumbangan pikiran ini dapat perbaikan mengenai hal-hal yang masih perlu disempurnakan,
Atas hasil jerih payah yang sangat berharga ini, Pemimpin Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ke 4 peneliti yang hasil karyanya bisa diselesaikan dengan waktu singkat,
iv